Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Teridentifikasi

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Teridentifikasi
Personel keamanan Sri Lanka memeriksa puing-puing mobil setelah meledak ketika polisi mencoba menjinakkan bom di dekat Kuil St. Anthony di Kolombo, Senin (22/4/2019), sehari setelah serangkaian ledakan bom yang menargetkan gereja dan hotel mewah di Sri Lanka. ( Foto: AFP / Jewel SAMAD )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 23 April 2019 | 20:00 WIB

Kolombo, Beritasatu.com- Polisi Sri Lanka, Senin (22/4), menyatakan pelaku bom bunuh diri di Hotel Shangri-La dalam serangan teror Paskah telah teridentifikasi sebagai Insan Seelawan yaitu seorang pemilik pabrik tembaga di Jalan Avissawella-Wellampitiya. Hal itu terungkap saat polisi Wellampitiya menyampaikan fakta-fakta di depan persidangan, Senin (22/4).

Polisi juga sudah menggeledah pabrik milik tersangka. Sebanyak sembilan orang telah ditangkap dan dihadirkan di depan Pengadilan Kolombo. Kesembilan tersangka itu ditahan sampai tanggal 6 Mei 2019.

Polisi menyatakan masih menyelidiki keterkaitan antar para tersangka dengan serangkaian serangan teror di Sri Lanka. Di pengadilan, polisi menambahkan istri dan saudara Seelawan ikut tewas dalam ledakan yang terjadi di Dematagoda, Minggu (21/4).

Istrinya meledakkan bom saat pasukan keamanan menggerebek rumah tersangka. Kedua anak mereka juga hadir saat bom diledakkan.

Polisi mengungkapkan saudara laki-laki dari tersangka juga meledakkan bom saat pasukan keamanan mencoba menangkapnya. Ledakan itu akhirnya menewaskan tiga petugas polisi.

Polisi Sri Lanka juga menangkap seseorang yang diyakini sebagai ayah dari tersangka, serta seorang pemuda dan sejumlah perempuan.

Satu mobil mewah juga ditemukan di seberang kediaman tersangka dengan satu botol air dari Hotel Grand Cinnamon, yang menjadi salah satu lokasi ledakan. Polisi juga menangkap tersangka lainnya, Senin, yang terekam dalam potongan video dari investigasi polisi di dalam kediaman tersangka.

Pada Minggu, Sri Lanka diguncang delapan kali ledakan bom yang menewaskan setidaknya  310 orang dan melukai sekitar 500 orang. Ledakan itu menargetkan tiga gereja yang sedang melakukan misa Paskah yaitu Gereja Santo Anthony di Kolombo, Gereja Santo Sebastian di kota pantai barat Negombo, dan Gereja Sion di kota sebelah timur Batticaloa.

Bom juga meledak di tiga hotel bintang lima yaitu Shangri-La, the Cinnamon Grand, dan the Kingsbury yang semuanya berada di Kolombo.