Presiden Copot Kepala Pasukan Pertahanan Sri Lanka

Presiden Copot Kepala Pasukan Pertahanan Sri Lanka
Maithripala Sirisena ( Foto: AP / Eranga Jayawardena )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 24 April 2019 | 15:56 WIB

Kolombo, Beritasatu.com - Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, mengatakan akan mencopot kepala pasukan pertahanan karena kegagalan bertindak atas laporan intelijen terkait serangan bom Paskah, pada 21 April 2019.

“Saya akan sepenuhnya melakukan restrukturisasi pasukan polisi dan keamanan dalam beberapa pekan ke depan. Saya akan mengganti kepala lembaga pertahanan dalam 24 jam ke depan,” kata Maithripala Sirisena, di Kolombo, Selasa (23/4/2019).

Maithripala Sirisena berang dan mengatakan tidak tahu menahu dengan laporan intelijen mengenai potensi serangan dari kelompok militan Islam ke sejumlah gereja dan hotel, sebagai aksi balasan atas penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019.

“Para pejabat yang mendapatkan laporan intelijen dari negara asing tidak membagikannya kepada saya. Saya telah memutuskan untuk mengambil tindakan tegas kepada para pejabat ini,” ujar Maithripala Sirisena.

Tidak jelas siapa saja yang akan dicopot oleh Maithripala Sirisena. Namun sebelumnya sejumlah pejabat, salah satu diantaranya adalah Perdana Menteri (PM) Ranil Wickremesinghe, mengaku telah mendapat surat pemberitahuan dari intelijen mengenai potensi serangan bom tersebut, 9 hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi. 

Angkatan Bersenjata Sri Lanka dipimpin langsung oleh Maithripala sebagai komandan tertinggi, selanjutnya Menteri Pertahanan Negara, Ruwan Wijewardene, Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando, dan Kepala Staf Pertahanan Ruwan Wijewardene.

Terkait dengan penyelidikan terhadap serangan om Paskah, PM Ranil Wickremesinghe, mengatakan para penyelidik telah membuat kemajuan dalam mengindentifikasi para pelaku.

“Kami akan menindaklanjuti klaim ISIS. Kami yakin mungkin ada beberapa keterkaitan,” ujarnya.

Pemerintah Sri Lanka menyebut setidaknya tujuh pengebom bunuh diri terlibat dalam serangan itu. Salah satu pengebom teridentifikasi lewat persidangan, yaitu Insan Seelawan yang mengebom Hotel Shangri-La.

Sejauh ini, Sri Lanka telah menahan 40 orang termasuk salah satunya seorang warga Suriah. Secara terpisah, Amerika Serikat membantah memberi peringatan kepada otoritas Sri Lanka sebelum serangan bom itu.

Enam bom pertama meledak dalam kurun 20 menit pada Minggu pagi di tiga gereja dan tiga hotel mewah. Dua ledakan lagi terjadi di hotel kelas bawah dan satu rumah di pinggiran ibu kota Kolombo pada Minggu sore.

PM Ranil Wickremesinghe menyatakan militan berusaha menyerang hotel lainnya tapi gagal.



Sumber: Suara Pembaruan/Reuters/CNN