Pascabom Sri Lanka, Pemilik Senapan Serbu dan Amunisi Ditangkap

Pascabom Sri Lanka, Pemilik Senapan Serbu dan Amunisi Ditangkap
Personel keamanan Sri Lanka memeriksa puing-puing mobil setelah meledak ketika polisi mencoba menjinakkan bom di dekat Kuil St. Anthony di Kolombo, Senin (22/4/2019), sehari setelah serangkaian ledakan bom yang menargetkan gereja dan hotel mewah di Sri Lanka. ( Foto: AFP / Jewel SAMAD )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 26 April 2019 | 11:24 WIB

Kolombo, Beritasatu.com- Seorang pria berusia 26 tahun yang memiliki peta improvisasi dan enam izin masuk ke gedung parlemen Sri Langka ditangkap, Kamis (25/4). Menurut otoritas Sri Lanka, tersangka juga memiliki senapan serbu dan amunisinya.

Laporan media lokal menyatakan polisi langsung merespons informasi ketika mereka mendapati pria berusia 26 tahun itu membawa beberapa kartu parlementer dan satu peta kasar yang menandai rute jalan menuju parlemen.

Tersangka berusia 26 tahun yang belum disebutkan namanya diadili di pengadilan pada Kamis (25/4). Secara keseluruhan, jumlah orang yang ditangkap sehubungan dengan serangan telah meningkat menjadi lebih dari 100 orang, dan delapan dari sembilan pembom bunuh diri telah disebutkan sejauh ini.

Aparat juga menemukan kendaraan yang mungkin dimodifikasi untuk membawa bom, meskipun tidak ada bahan peledak yang ditemukan.

Unit anjing dikerahkan untuk mencari bahan peledak tetapi tidak menemukan apa pun. Polisi menemukan kembali satu perangkat tablet, tiga ponsel, selusin kartu SIM, amunisi senapan serbu T-56, dan beberapa kartu kredit saat penggerebekan.

Sri Lanka telah mengerahkan ribuan tentara untuk memburu tersangka yang terkait dengan pemboman Paskah yang mengerikan. Serangan itu diluncurkan berkat informasi anonim setelah pemboman Minggu Paskah yang menewaskan lebih dari 350 orang, melukai 520 lainnya. Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.



Sumber: Suara Pembaruan