Dana Zakat Pengungsi Diluncurkan

Dana Zakat Pengungsi Diluncurkan
Ilustrasi Zakat ( Foto: Istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 26 April 2019 | 21:27 WIB

Dubai, Beritasatu.com - Dunia Muslim berpotensi untuk mengubah filantropi melalui penargetan puluhan miliar dolar dari sedekah wajib secara strategis. Seperti yang diumumkan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) pada acara peluncuran Dana Zakat Pengungsi, struktur global baru yang mengubah program Zakat UNHCR menjadi pendanaan global.

Tujuannya, membantu populasi pengungsi yang paling rentan sekaligus memenuhi kebutuhan institusi Islam dan individu dalam memenuhi tanggung jawab sosial mereka.

Sebelumnya, UNHCR mengumumkan adanya “UNHCR Zakat Program: 2019 Launch Report”, yang dikembangkan dengan bekerja sama dengan DinarStandard.

DinarStandar adalah sebuah firma penasihat dan penelitian strategi pertumbuhan sekaligus penulis pendamping dari laporan tersebut, dalam peluncuran Dana Zakat Pengungsi, di Dubai, Kamis (25/4/2019).

Laporan ini menyatakan. program Zakat UNHCR secara global menerima US$14,4 juta dari 2016 hingga 2018. Dana itu secara langsung membantu 6.888 keluarga pengungsi, yang sebagian besar merupakan pengungsi Suriah di Yordania dan Lebanon.

Selain itu, laporan ini menyatakan. Zakat global mencapai US$76 miliar di seluruh dunia, dan berpotensi untuk mencapai US$356 miliar, apabila mekanisme yang tepat disediakan untuk umat Muslim memenuhi kewajiban zakat mereka secara aman.

Zakat adalah sedekah wajib dari umat Muslim yang memenuhi kriteria kekayaan yang sesuai setiap tahun, khususnya untuk orang-orang yang membutuhkan. UNHCR telah memelopori penggunaan zakat dan menciptakan Program Zakat untuk membantu keluarga-keluarga pengungsi yang paling rentan.

“Selama beberapa tahun terakhir, UNHCR telah melihat lonjakan permintaan atas cara yang dapat dipercaya dan efisien untuk memenuhi kewajiban zakat sekaligus memberikan dampak pada kehidupan populasi yang paling rentan di dunia,” kata Houssam Chahine, Kepala Kemitraan Sektor Swasta di wilayah MENA.

“Karena keuangan Islam telah menjadi bagian yang penting dari ekonomi global, kami merilis laporan zakat tahunan pertama kami hari ini dalam acara Tahun Toleransi di Dubai, ibukota ekonomi Islam. Sudah sewajarnya program Zakat kami berkembang menjadi struktur yang lebih menarik bagi industri keuangan Islam global,” kata Houssam Chahine, dalam keterangan tertuls kepada Beritasatu.com.

Struktur dana tersebut memungkinkan UNHCR untuk lebih transparan dan dapat dipercaya dalam hal penerimaan dan pendistribusian dana zakat.

“Zakat berpotensi untuk menyalurkan puluhan miliar dolar untuk tujuan filantropi global dan kebutuhan kemanusiaan global berdasarkan laporan perdana UNHCR,” kata Rafi-uddin Shikoh, CEO dan Direktur Pengelola di DinarStandard.



Sumber: PR