Penny Mordaunt Jadi Menhan Wanita Inggris Pertama

Penny Mordaunt Jadi Menhan Wanita Inggris Pertama
Menteri Pembangunan Internasional dan Menteri untuk Perempuan dan Kesetaraan Pembangunan Inggris Penny Mordaunt tiba di 10 Downing Street untuk menghadiri pertemuan Kabinet di London, Selasa (30/4/2019). ( Foto: AFP / Daniel LEAL-OLIVAS )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 3 Mei 2019 | 21:46 WIB

London, Beritasatu.com- Penny Mordaunt menjadi Menteri Pertahanan wanita pertama Inggris, Rabu (1/5), setelah pemecatan Gavin Williamson oleh PM Theresa May. Jabatan itu tampaknya lebih cocok dengan latar belakang Mordaunt daripada pos sebelumnya sebagai menteri pembangunan internasional.

Sebelum menjabat menhan, Mordaunt pernah menjadi anggota cadangan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, mantan menteri untuk angkatan bersenjata dan anggota parlemen untuk Portsmouth. Wanita bernama lengkap Penelope Mary Mordaunt ini dikenal sebagai politikus Konservatif yang menjabat sebagai anggota parlemen untuk Portsmouth North sejak 2010.

Penny Mordaunt juga dikenal sebagai seorang pendukung Brexit yang antusias, salah satu wajah terkemuka dalam kampanye Tinggalkan Eropa. Wanita kelahiran Torquay 4 Maret 1973 ini juga seseorang yang tetap setia pada perdana menteri di sepanjang baris atas KTT Checkers, perjanjian penarikan dan pemungutan suara yang berarti, meskipun dia jelas keberatan.

Di sisi lain, keterbukaan Mordaunt tidak selalu menguntungkannya dan dia dituduh oleh perdana menteri saat itu David Cameron, telah membuat "klaim yang sangat menyesatkan" selama kampanye referendum. Mordaunt menyatakan Inggris tidak akan memiliki hak veto soal Turki yang ingin bergabung dengan Uni Eropa (UE).

"Saya tidak berpikir bahwa UE akan mencegah Turki keluar. Saya pikir Turki akan bergabung. Saya pikir krisis migran mendorongnya seperti itu," katanya.

Mordaunt telah menghindari kesalahan besar sejak bergabung dengan kabinet untuk menggantikan Priti Patel, hanya dua minggu setelah Gavin Williamson menggantikan Fallon. Mordaunt memang memiliki sejarah keluarga di angkatan bersenjata. Sang ayah pernah bertugas di resimen parasut, yang disebutkan saat pidato pertamanya di parlemen.



Sumber: Suara Pembaruan