Baku Hantam Pecah di Parlemen Hong Kong
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Baku Hantam Pecah di Parlemen Hong Kong

Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:39 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Hong Kong, Beritasatu.com - Perkelahian terjadi di dalam gedung parlemen Hong Kong, Sabtu (11/5/2019), terkait debat tentang undang-undang yang membuat tersangka pidana bisa dikirim ke Tiongkok Daratan untuk diadili.

Sejumlah orang cedera dalam perkelahian itu, salah satunya harus meninggalkan ruangan dengan kereta dorong karena pingsan.

Para pengkritik mengatakan UU ekstradisi tersebut akan menggerus kebebasan di Hong Kong. Namun, pihak berwenang mengatakan mereka harus mengubah UU sehingga bisa mengekstradisi seorang tersangka pembunuhan ke Taiwan.

Anggota pralemen pro-demokrasi James To awalnya ditunjuk untuk memimpin sesi sidang tentang RUU yang kontroversial tersebut, tetapi beberapa hari lalu para pendukung UU ekstradisi melengserkan dia dari kursi pimpinan sidang.

Hari Sabtu, ketegangan mencapai puncaknya. Para politisi saling memaki dan melompati meja untuk merebut mikrofon, disaksikan para jurnalis. Tokoh pro-demokrasi Gary Fan pingsan dan harus dibawa dengan kereta dorong, sementara seorang tokoh pro-Beijing harus dibebat tangannya.

Kenapa UU ekstradisi ini harus diubah?

Di bawah kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem", Hong Kong memiliki sistem hukum yang terpisah dari Tiongkok Daratan. Beijing menerima kendali atas Hong Kong dari koloni Inggris pada 1997, dengan syarat bersedia menerapkan otonomi khusus bagi Hong Kong kecuali urusan pertahanan dan luar negeri.

Tokoh pemimpin pro-Beijing Carrie Lam mengusulkan ada perubahan UU sehingga para tersangka pidana bisa diekstradisi ke Taiwan, Makau, atau Tiongkok Daratan dengan dilihat kasus per kasusnya.

Lam mencontohkan kasus seorang pria Hong Kong berusaha 19 tahun yang diduga membunuh pacarnya yang sedang hamil saat mereka berlibur di Taiwan, dan kemudian kabur pulang ke Hong Kong.

Taiwan minta dia diekstradisi, tetapi pihak berwajib Hong Kong tidak bisa memenuhinya karena tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Taiwan.

Usulan perubahan ini memicu protes masif di Hong Kong. Bulan lalu terjadi aksi demonstrasi yang terbesar sejak "Gerakan Payung" pro-demokrasi 2014.

Bahkan kalangan bisnis juga keberatan. Kamar Dagang Internasional Hong Kong mengatakan RUU tersebut bisa "membuat orang kehilangan kebebasan, properti, dan bahkan hidup mereka."



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rudal yang Diluncurkan Korut Buatan Rusia

Rudal jarak pendek yang diluncurkan Korea Utara (Korut) ke perairan Laut Jepang pada Kamis (9/5/2019), diperkirakan merupakan buatan Rusia.

DUNIA | 11 Mei 2019

Sri Lanka Perintahkan Tes DNA Terhadap Pelaku Bom Paskah

Pengadilan Sri Lanka, Jumat (10/5), memerintahkan tes DNA untuk memastikan bahwa pemimpin kelompok serangan teror bom Paskah benar-benar telah tewas.

DUNIA | 11 Mei 2019

Tiongkok Segera Balas Kenaikan Tarif AS

Tiongkok menyatakan akan segera mengumumkan aksi balasan atas kenaikan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat (AS), pada Jumat (10/5/2019).

DUNIA | 11 Mei 2019

Trump: Tidak Satu Pun Senang dengan Peluncuran Rudal Korut

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan tidak ada yang senang dengan peluncuran rudal jarak pendek Korea Utara (Korut).

DUNIA | 11 Mei 2019

894 Anak Dibebaskan dari Milisi Nigeria

Hampir 900 anak yang pernah direkrut sebagai pasukan milisi untuk memerangi kelompok militan Boko Haram di Nigeria, telah dibebaskan.

DUNIA | 11 Mei 2019

AS Berlakukan Tarif Baru untuk Barang Tiongkok

Amerika Serikat (AS) memberlakukan kenaikan tarif baru untuk barang-barang impor asal Tiongkok dari 10% menjadi 25%, pada Jumat (10/5).

DUNIA | 11 Mei 2019

Pemerintah Thailand Perpanjang Penutupan “The Beach”

Pemerintah Thailand memutuskan untuk memperpanjang penutupan Maya Bay atau Teluk Maya di pulau Phi Phi Leh, Thailand, yang populer lewat film “The Beach”.

DUNIA | 11 Mei 2019

Hingga 2021, Teluk “The Beach” Thailand Akan Ditutup

Teluk Thailand yang terkenal lewat adegan di film The Beach akan tetap ditutup hingga 2021.

DUNIA | 11 Mei 2019

Venezuela Buka Kembali Perbatasan Brasil dan Aruba

Venezuela membuka kembali perbatasannya dengan Brasil dan pulau Karibia Aruba.

DUNIA | 11 Mei 2019

Militer Sri Lanka: Ancaman Serangan Militan Berhasil Dicegah

Komandan tentara Sri Lanka Mahesh Senanayake mengatakan ancaman serangan militan garis keras berhasil dicegah.

DUNIA | 11 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS