Ancam Bunuh Trump, Pria AS Didakwa Penjara 140 Tahun
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Ancam Bunuh Trump, Pria AS Didakwa Penjara 140 Tahun

Senin, 13 Mei 2019 | 20:20 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Connecticut, Beritasatu.com- Seorang pria bernama Gary Gravelle telah didakwa di pengadilan Connecticut, Amerika Serikat (AS). Dia mungkin menjalani hukuman penjara 140 tahun setelah mengancam akan membunuh Presiden Donald Trump.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (13/5), jaksa mengatakan pria berusia 51 tahun itu mengirim ancaman bom dan surat berisi bubuk putih yang mencurigakan kepada orang lain.

Menurut dokumen pengadilan, Gravelle didakwa dengan 16 dakwaan, termasuk bahwa ia mengancam presiden pada September 2018 dengan mengirimkan sepucuk amplop berisi bubuk putih dan pesan tulisan tangan "You Die".

Menurut surat dakwaan tersebut, Gravelle mengirim amplop yang serupa ke satu sinagog, satu masjid, dan satu badan dari Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP).

"Catatan menyebut bubuk itu adalah biotoxin tetapi ternyata tidak berbahaya, kata para pejabat.

Gravelle juga mengirim email dan membuat panggilan telepon yang mengancam bahwa dia akan meledakkan bom di Vermont, Washington dan di berbagai lokasi di Connecticut, termasuk gedung-gedung pemerintah dan fasilitas kesehatan mental.

Jika dinyatakan bersalah dari semua 16 tuduhan, Gravelle bisa menghadapi hukuman penjara maksimum 140 tahun.

Menurut pernyataan Jaksa AS John Durham pada hari Jumat, Gravelle sebelumnya dijatuhi hukuman pada tahun 2013. Dia mengirim pesan komunikasi yang mengancam dan telah dibebaskan di bawah pengawasan federal sampai penangkapannya atas tuduhan baru tahun lalu.

Sejauh ini, tidak segera jelas apakah Gravelle punya pengacara.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Iran: Kapal Perang AS Bukan Ancaman

Iran menyebut keberadaan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk bukan merupakan ancaman.

DUNIA | 13 Mei 2019

Gereja Katolik Burkina Faso Diserang, 6 Tewas

Penyerang bersenjata membunuh seorang imam dan lima umat pada misa di gereja Katolik, Burkina Faso, Minggu (12/5).

DUNIA | 13 Mei 2019

Serangan di Hotel Pakistan Ditujukan kepada Investor Tiongkok

Sejumlah pria bersenjata menyerang hotel bintang lima di kota pelabuhan Pakistan, Gwadar, Provinsi Balochistan, menyebabkan lima orang tewas dan enam orang terluka.

DUNIA | 13 Mei 2019

Oposisi Yakin Partai Modi Kehilangan Dukungan

Pemilihan umum di India memasuki fase keenam dari total tujuh fase sebagai pesta demokrasi terbesar di dunia.

DUNIA | 13 Mei 2019

Dampak Kekerasan Geng, 35 Mayat Ditemukan di Meksiko

Penyelidik Meksiko telah menemukan tiga puluh lima mayat dikuburkan di sekitar wilayah metropolitan Guadalajara.

DUNIA | 13 Mei 2019

Pilot Berhasil Mendaratkan Pesawat Tanpa Roda Depan di Myanmar

Pesawat jenis Embraer 190 berhasil mendarat tanpa roda depan

DUNIA | 13 Mei 2019

Baku Hantam Pecah di Parlemen Hong Kong

Pertengkaran dipicu debat soal perubahan UU ekstradisi.

DUNIA | 11 Mei 2019

Rudal yang Diluncurkan Korut Buatan Rusia

Rudal jarak pendek yang diluncurkan Korea Utara (Korut) ke perairan Laut Jepang pada Kamis (9/5/2019), diperkirakan merupakan buatan Rusia.

DUNIA | 11 Mei 2019

Sri Lanka Perintahkan Tes DNA Terhadap Pelaku Bom Paskah

Pengadilan Sri Lanka, Jumat (10/5), memerintahkan tes DNA untuk memastikan bahwa pemimpin kelompok serangan teror bom Paskah benar-benar telah tewas.

DUNIA | 11 Mei 2019

Tiongkok Segera Balas Kenaikan Tarif AS

Tiongkok menyatakan akan segera mengumumkan aksi balasan atas kenaikan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat (AS), pada Jumat (10/5/2019).

DUNIA | 11 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS