Remaja Malaysia Tewas Setelah Unggah Poling di Instagram

Remaja Malaysia Tewas Setelah Unggah Poling di Instagram
Ilustrasi ( Foto: istimewa )
Happy Amanda Amalia / PYA Rabu, 15 Mei 2019 | 22:56 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Seorang remaja perempuan asal Malaysia (16 tahun) dilaporkan tewas bunuh diri setelah mengunggah poling di Instagram pada Senin (13/5). Polisi pun menggolongkan peristiwa itu sebagai “kematian mendadak” dan menggelar penyelidikan.

Sebelumnya remaja yang diketahui berasal dari Kuching, negara bagian Serawak timur itu mengunggah poling yang isinya meminta kepada para pengguna Instagram untuk memilih, apakah dirinya harus hidup atau mati. Namun, pada akhirnya remaja itu memutuskan bunuh diri karena mayoritas responden memilih opsi “mati”.

“Sangat Penting, Bantu Saya Memilih D / L,” tulis remaja itu dalam akun Instagram, seperti dilaporkan portal berita Astro Awani. Huruf “D” dan “L”, sepertinya merujuk pada pilihan kata-kata Die (mati) atau Live (hidup).

Media setempat mengutip pernyataan polisi, bahwa sebanyak 69% suara mendukung remaja itu untuk mengakhiri hidupnya, dan hanya 31% yang menentang atau mendukungnya agar tetap hidup.

Anggota parlemen Ramkarpal Singh pun meminta digelar penyelidikan terhadap insiden kematian remaja tersebut.

“Apakah gadis itu akan tetap hidup hari ini, jika mayoritas netizen di akun Instagramnya tidak menganjurkannya untuk mengambil nyawanya sendiri?” tanya dia.

“Saya mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki akun media sosial korban dan keadaan yang menyebabkan kematiannya guna mencegah penyalahgunaan media sosial serupa lebih lanjut di masa depan,” tambah Ramkarpal.

Kesehatan Mental Mengkhawatirkan
Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq mencuit bahwa dirinya “Benar-benar khawatir” tentang kondisi kesehatan mental anak muda di Malaysia.

“Ini masalah nasional yang harus ditanggapi dengan serius. Diskusi nasional harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara Kepala Komunikasi untuk Instagram APAC Ching Yee Wong menyampaikan pernyataan:

“Pikiran dan doa kami bersama keluarga wanita muda ini. Kami memiliki tanggung jawab yang mendalam untuk memastikan bahwa orang-orang yang menggunakan Instagram merasa aman dan didukung. Sebagai bagian dari upaya kami sendiri, kami mendesak semua orang untuk menggunakan alat pelaporan kami dan menghubungi layanan darurat jika mereka melihat perilaku yang dapat membahayakan keselamatan orang-orang.”

Sebelumnya, Instagram sempat mengeluarkan pengumuman dengan mengambil tindakan tegas terhadap gambar-gambar yang merugikan diri sendiri pada Februari, setelah seorang remaja Inggris bernama Molly Russell, membaca artikel secara online tentang bunuh diri dan memutuskan mengambil nyawanya sendiri.

Kematian Russell (14 tahun) itu pun memicu perdebatan di Inggris tentang pengaturan penggunaan media sosial untuk anak-anak.

Kendati orang tuanya tidak secara langsung menyalahkan Instagram atas kehilangan putri mereka tetapi mereka menuding kemudahan akses memasuki konten-konten yang mengganggu, sebagai salah satu faktor yang berkontribusi, dan mendesak Instagram untuk merespons.

Instagram menyatakan tidak pernah mengizinkan unggahan yang mempromosikan atau mendorong bunuh diri atau melukai diri sendiri.

Sebagai bagian dari pelarangan, Instagram telah menghapus referensi ke konten non-grafis yang terkait dengan orang yang melukai diri mereka sendiri, dari fitur pencarian dan rekomendasi.

Instagram juga melarang tagar (#) yang berkaitan dengan melukai diri sendiri. Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk mempersulit gambar-gambar seperti itu ditemukan oleh para remaja yang mengalami depresi, yang mungkin memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.



Sumber: AFP