Berdalih Uji Coba, Pria Jerman Bawa Kabur Ferrari Antik

Berdalih Uji Coba, Pria Jerman Bawa Kabur Ferrari Antik
Sedan Ferrari 288 GTO 1985. ( Foto: Euronews / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 16 Mei 2019 | 08:47 WIB

Dusseldorf, Beritasatu.com- Seorang pria Jerman membawa kabur sedan Ferrari senilai US$ 2,2 juta atau Rp 31,8 miliar dengan dalih uji kendara di Dusseldorf, Jerman. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (15/5), sedan mewah itu disembunyikan di satu garasi, tidak jauh dari pusat kota Düsseldorf.

Menurut polisi di kota Düsseldorf, tersangka menyatakan minatnya untuk membeli Ferrari 288 GTO 1985. Pelaku naik taksi ke dealer dan dua jam kemudian, pada uji kendara, dia mengambil alih posisi pengemudi.

Tetapi ketika penjual keluar dari mobil, “calon pembeli” dengan cepat menginjak pedal gas, lalu menghilang. Mobil itu kemudian ditemukan di garasi, kota Grevenbroich.

Polisi mengatakan "kendaraan bersejarah" dengan kemampuan pacu hingga 43.000 km pada jam tersebut harus dihargai lebih dari US$ 2,2 juta.

Satu daftar untuk mobil itu di situs internet dealer menyatakan sedan itu dulunya milik mantan pembalap Formula 1 Irlandia Utara Eddie Irvine - yang membalap untuk Ferrari antara tahun 1996 dan 1999.

Kendaraan serupa sering terdaftar dengan harga sekitar US$ 3 juta (sekitar Rp 43,3 miliar) di Amerika Serikat (AS). Mobil itu sering dijual melalui lelang spesialis di rumah Sotheby.

Beruntung bagi para penyelidik, mobil antik dan unik- dalam bahasa Italia "Rosso Corsa" itu berwarna merah cerah. Mobil tersebut menarik begitu banyak perhatian sehingga dengan cepat ditemukan pada Selasa malam setelah polisi meminta bantuan saksi.

Namun, tersangka tetap buron. Polisi telah merilis foto pria yang sedang memeriksa Ferrari sebelum pencurian.

Kepada surat kabar Westdeutsche Allgemeine Zeitung, Direktur Pelaksana dealer Bernhard Kerklo mengatakan pria itu telah bertukar panggilan dan email selama beberapa minggu.

Kerklo menambahkan mobil itu tidak akan pernah bisa dijual di pasar karena "terlalu mencolok".



Sumber: Suara Pembaruan