Warga Swiss Setujui UU Senjata yang Lebih Ketat

Warga Swiss Setujui UU Senjata yang Lebih Ketat
Kepemilikan senjata api di Swiss dikenakan aturan yang ketat setelah referendum, Minggu (19/5/2019). ( Foto: Bloomberg / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 20 Mei 2019 | 08:01 WIB

Bern, Beritasatu.com- Para pemilih di Swiss telah menyetujui tindakan untuk memperketat undang-undang senjata negara itu. Para pemilih menandatangani reformasi senjata api yang menurut pemerintah sangat penting untuk mempertahankan perjanjian dengan Uni Eropa (UE).

Kebijakan ini akan diarahkan sejalan dengan undang-undang Uni Eropa. Hasil akhir pada Minggu (19/5) menunjukkan lebih dari 63 persen pemilih setuju untuk menyelaraskan hukum negara itu dengan aturan senjata api UE yang diadopsi dua tahun lalu. Kebijakan diambil setelah serangan mematikan di Prancis, Belgia, Jerman dan Inggris.

Pemungutan suara adalah bagian dari referendum reguler Swiss yang memberi warga suara langsung dalam pembuatan kebijakan. Swiss memang bukan anggota UE, tetapi berada di zona Schengen. Kelompok antisenjata memperingatkan bahwa pemungutan suara "tidak" akan menyebabkan negara itu dikecualikan dari wilayah perjalanan Schengen.

Langkah-langkah membatasi senapan semi-otomatis dan otomatis, menuntut pelatihan reguler tentang penggunaan senjata api dan mengharuskan pemilik senjata untuk menyimpan senjata api mereka.

Mayoritas pemilih di semua wilayah kecuali satu dari 26 kanton semi-otonom negara itu mendukung reformasi senjata, yakni kanton selatan Ticino yang berbahasa Italia satu-satunya yang lebih tua.

Para pendukung perubahan, yang termasuk anggota parlemen Swiss dan cabang eksekutif, mengatakan amendemen itu diperlukan untuk mempertahankan kerja sama polisi yang kuat dan ikatan ekonomi dengan mitra Swiss di Eropa.

Tetapi para penentang bersikeras bahwa usulan itu tidak akan banyak membantu memerangi kejahatan, melanggar konstitusi Swiss dan melanggar tradisi negara dengan warga negara yang dipersenjatai dengan baik.

Para kritikus juga mengatakan senjata yang digunakan dalam serangan baru-baru ini di Eropa tidak diperoleh secara legal. Mereka berpendapat langkah-langkah baru itu akan secara tidak adil mempengaruhi pemilik senjata yang patuh hukum di Swiss.



Sumber: Suara Pembaruan