Partai Modi Siap Bahas Pemerintahan Baru

Partai Modi Siap Bahas Pemerintahan Baru
Personel Pasukan Keamanan Perbatasan India berjaga-jaga di luar ruangan tertutup, tempat Mesin Voting Elektronik (EVM) disimpan setelah fase ke-7 dan terakhir dari pemilihan umum India di Khalsa College, Amritsar, Senin (20/5/2019). ( Foto: AFP / NARINDER NANU )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 21 Mei 2019 | 21:38 WIB

New Delhi, Beritasatu.com- Partai penguasa India Bharatiya Janata (BJP) siap untuk bertemu dengan rekan-rekan koalisi untuk membahas pemerintahan baru setelah hasil exit poll memprediksi kemenangan yang jelas untuk partai yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi itu.

Berdasarkan sumber di dalam partai yang menolak disebutkan identitasnya, pembicaraan akan digelar hari Selasa (21/5) di markas BJP di New Delhi dan akan dipimpin oleh presiden partai, Amit Shah.

Pemilihan umum India berlangsung dalam tujuh fase yang dimulai sejak 11 April 2019 dan berakhir pada Minggu (19/5). Suara akan dihitung pada Kamis (23/5) dan hasilnya tampaknya akan diumumkan di hari yang sama.

Pemilu diikuti sekitar 65% dari 900 juta pemilih selama enam minggu pemungutan suara. BJP sebelumnya mengklaim hasil exit poll menunjukkan dukungan suara yang luar biasa untuk masa jabatan kedua Modi. Jajak pendapat media juga mengungkapkan BJP dan sekutu-sekutunya akan mengamankan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan.

Namun, baik Modi maupun pemimpin terkemuka BJP lainnya tidak langsung mengklaim kemenangan. Modi, yang melewati pertempuran sengit pemilu, menghabiskan akhir pekan dengan menyepi (retreat) ke wilayah Himalaya setelah pemungutan suara berakhir. Dia memperlihatkan foto dirinya memakai jubah safron Hindu sedang memandang ke arah pegunungan.

Juru bicara BJP G.V.L Narasimha Rao mengatakan hasil jajak pendapat secara jelas menunjukkan suara positif yang besar untuk kepemimpinan Narendra Modi. BJP memang tidak diharapkan menyamai kemenangan besar seperti pemilu 2014, yang memberikan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri.

Tapi, survei memperkirakan partai penguasa dan sekutunya akan memenangkan antara 282 dan 313 kursi dari 543 kandidat terpilih untuk majelis rendah India. Aliansi Modi saat ini memiliki 336 kursi parlemen.

Pengamat menilai pemilu India kali ini telah membuat negara menjadi terpecah belah. Jika pada 2014 saat Modi berkampanye untuk jabatannya, dia telah menjadi tokoh utama di kawasan dengan memimpin negara bagian sebelah barat, Gujarat, selama lebih dari satu dekade.



Sumber: Suara Pembaruan