Siapakah Calon-calon Pengganti Theresa May?

Siapakah Calon-calon Pengganti Theresa May?
Perdana Menteri Inggris Theresa May berbicara dalam pertemuan Dewan Eropa membahas Brexit di gedung parlemen Eropa, Brussels, 10 April 2019. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Sabtu, 25 Mei 2019 | 10:32 WIB

London, Beritasatu.com - Kisruh Brexit yang berkepanjangan akhirnya berujung kepada keputusan pengunduran diri oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May. Lewat pengumuman yang emosional, May menyatakan mundur sebagai pemimpin Partai Konservatif (Tory), yang juga berarti mundur dari kursi PM, pada 7 Juni 2019.

May mengaku telah memberikan yang terbaik untuk mengantarkan Brexit, namun menyatakan penyesalan mendalam karena dia tidak mampu melakukannya. May mengatakan dirinya tetap akan menjabat PM selama pemilihan ketua baru Partai Konservatif.

Proses pemilihan ketua Konservatif yang juga merangkap PM, akan dimulai pertengahan Juli 2019. Partai Konservatif memastikan pemimpin baru akan ditentukan pada akhir Juli 2019. Itu artinya, May tetap menjadi PM saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan pada awal Juni nanti.

Suara May bergetar karena menahan tangis saat dia mengakhiri pidato pengunduran dirinya di depan kantor PM, Downing Street 10, Jumat (24/5/2019).

“Saya akan segera meninggalkan pekerjaan yang telah menjadi kehormatan dalam hidup saya. PM perempuan kedua, tapi tentu saja bukan yang terakhir,” kata May.

“Saya melakukan itu tanpa niat buruk, tetapi dengan rasa terima kasih yang besar dan tak lekang untuk kesempatan melayani negara yang saya cintai,” tambahnya.

Desakan atas pengunduran diri May datang dari anggota partainya sendiri yang menentang rencana Brexit. Parlemen juga telah tiga kali menolak Perjanjian Penarikan yang diusulkan May.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt menjadi anggota parlemen terakhir yang menyatakan akan maju untuk kepemimpinan Tory atau Partai Konservatif. Hunt bergabung dengan Boris Johnson, Esther McVey, dan Rory Stewart, yang telah mengonfirmasi keinginannya untuk menggantikan May. Puluhan anggota Konservatif lainnya diyakini juga serius mempertimbangkan untuk ikut dalam kontestasi PM Inggris.

Dalam pernyataannya, May mengaku telah melakukan semua yang dia bisa demi meyakinkan anggota parlemen untuk mendukung kesepakatan Brexit-nya dengan Uni Eropa (UE). Dia menambahkan penerusnya harus membangun persetujuan di parlemen untuk mengantarkan Brexit.

“Konsensus semacam itu hanya bisa dicapai jika mereka dari semua pihak yang berdebat bersedia berkompromi,” kata May.

May berkali-kali mendapat tekanan dari kabinet atau partainya sendiri terkait kesepakatan Brexit. Terakhir, menteri pendukung Brexit yang terkemuka, Andrea Leadsom, mengundurkan diri karena bersebrangan dengan langkah terbaru May yang mengusulkan referendum kedua demi meraih dukungan di parlemen dalam voting keempat Brexit.



Sumber: BBC, Guardian