Pascapengunduran Diri PM May, Prancis Minta Kejelasan

Pascapengunduran Diri PM May, Prancis Minta Kejelasan
Presiden Prancis Emmanuel Macron di forum WEF, Davos ( Foto: Beritasatu tv )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 25 Mei 2019 | 20:18 WIB

Paris, Beritasatu.com- Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak klarifikasi secepatnya atas Brexit setelah pengunduran diri May. Macron menekankan perlunya menjaga kelancaran fungsi UE karena Komisi Eropa mengesampingkan perubahan apa pun atas kebijakan Brexit.

Macron bersama para pemimpin UE lainnya menyampaikan penghormatan atas keberanian May. Mereka mengakui Perjanjian Penarikan yang dicapai pada November 2018 merupakan hasil dari negosiasi yang sulit dengan UE.

Komisi Eropa menegaskan akan bekerja dengan pengganti May, tapi tetap tidak akan ada perubahan Perjanjian Penarikan. “Presiden Komisi UE (Jean-Claude) Juncker mengikuti pengumuman May pagi ini tanpa kesenangan pribadi,” kata juru bicara komisi tersebut, Mina Andreeva, Jumat.

“Presiden sangat menyukai dan menghargai bekerja dengan PM May dan, seperti yang disampaikan sebelumnya, Theresa May adalah perempuan berani yang sangat dia hormati,” tambahnya.

Sikap Juncker itu menunjukkan tantangan serupa seperti yang dihadapi May, untuk siapa pun yang terpilih sebagai PM Inggris nantinya. Salah satu calon, Johnson, mungkin mendapatkan dukungan besar dari akar rumput partai, tapi popularitasnya di kalangan anggota parlemen Konservatif lebih diredam.

Berdasarkan situs conservativehome.com, Menlu Jeremy Hunt, memiliki pendukung terbanyak diantara anggota parlemen Konservatif yaitu 27 dibandingkan 19 pendukung untuk Johnson



Sumber: Suara Pembaruan