Gabung ISIS, 3 Warga Prancis Dihukum Mati oleh Irak

Gabung ISIS, 3 Warga Prancis Dihukum Mati oleh Irak
Tentara ISIS di Mosul. ( Foto: almonitor / almonitor )
Heru Andriyanto / HA Senin, 27 Mei 2019 | 02:43 WIB

Baghdad, Beritasatu.com - Pengadilan di Irak telah menghukum mati tiga warga Prancis karena dinyatakan bersalah bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Tiga orang itu ditangkap oleh pasukan dukungan Amerika Serikat dan menjadi anggota ISIS pertama asal Prancis yang dihukum mati di Irak.

Mereka diidentifikasi sebagai Kevin Gonot, Leonard Lopez dan Salim Machou. Menurut sistem hukum di Irak, mereka punya waktu 30 hari untuk mengajukan banding.

Irak telah menangkap ribuan militan dalam dari Surian dalam beberapa bulan terakhir. Penangkapan dilakukan oleh Pasukan Demokratik dukungan AS selama berlangsungnya pertempuran.

Pengadilan Irak telah mengadili ratusan warga asing, sebagian dihukum seumur hidup atau dihukum mati, meskipun belum ada dari mereka yang telah dieksekusi sejauh ini.

Total ada 12 warga Prancis yang ditangkap di Suriah dan dikirim ke Irak untuk diadili pada Februari lalu.

Gonot ditangkap bersama ibu, istri dan saudara tirinya. Pengadilan Prancis juga telah menghukum dia 9 tahun penjara secara in absentia.

Machou adalah anggota Brigade Tariq ibn Ziyad, “sel teroris di Eropa" yang melakukan serangan di Irak dan Suriah dan juga merencanakan serangan di Paris dan Brussels, menurut keterangan pihak AS.

Lopez, asal Paris, pergi bersama istri dan dua anaknya ke Mosul, wilayah utara Irak, sebelum masuk Suriah.

Pada akhir 2017, Irak mendeklarasikan kemenangan atas ISIS dan mulai mengadili para warga asing yang dituduh telah bergabung dengan kelompok jihad.



Sumber: The Guardian