Belanda Larang Geng Motor Hells Angels

Belanda Larang Geng Motor Hells Angels
Ilustrasi kelompok pengendara Hells Angels (Foto: Telegraph / Dokumentasi)
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 30 Mei 2019 | 14:40 WIB

Amsterdam, Beritasatu.com- Pengadilan Belanda pada Rabu (29/5) melarang keberadaan gerombolan sepeda motor Hells Angels di Belanda.

Pengadilan menyatakan geng motor itu memiliki rekam jejak kejahatan kekerasan termasuk pembunuhan terhadap saingan, tembak-menembak, dan pelanggaran narkoba dan senjata.

Jaksa penuntut telah mengupayakan tindakan sebagai tanggapan terhadap ratusan insiden di Belanda.

"Hells Angels berbahaya bagi ketertiban umum. Ini adalah klub di mana ada budaya pelanggaran hukum dan pihak berwenang disimpan di luar pintu mereka," bunyi perintah pengadilan di kota Utrecht, Belanda tengah memerintah.

"Profil Hells Angels adalah dari klub motor terbesar dan paling kuat. Mereka percaya klub lain harus mendengarkan mereka dan itu mengarah pada konflik jangka panjang," tambahnya.

Penyiar publik Belanda, NOS menyatakan larangan di seluruh negeri Belanda adalah yang pertama bagi klub yang mengoperasikan sekitar 470 chapter di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Didirikan sebagai klub motor di California pada tahun 1948, Hells Angels dikenal karena mengendarai sepeda Harley-Davidson, pakaian denim dan jaket kulit mereka, dan citra"pemberontak" mereka.

Para pengendara mendapatkan ketenaran pada 1960-an dengan buku Hunter S Thompson "Hell's Angels: A Strange and Terrible Saga".

Reputasi berbahaya Hells Angels meningkat setelah konser gratis Rolling Stones di Altamont pada tahun 1969. Di sana, kelompok Hell's Angels disewa untuk memberikan keamanan.

Salah satu anggota didakwa melakukan pembunuhan atas kematian penusuk penonton konser Meredith Hunter di depan panggung, meskipun ia kemudian dibebaskan.

Geng itu kini diyakini memiliki ribuan anggota di puluhan negara. Geng tersebut dianggap oleh pemerintah AS sebagai sindikat kejahatan internasional.

Pengadilan yang sama di Utrecht pada 2017 juga melarang saingan berat Hells Angels, Bandidos, dengan alasan yang sama.



Sumber: Suara Pembaruan