Huawei Akan Bangun Jaringan 5G Rusia

Huawei Akan Bangun Jaringan 5G Rusia
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertepuk tangan ketika eksekutif Huawei Guo Ping berjabat tangan dengan Alexei Kornya, Presiden dan CEO operator telepon seluler Rusia MTS, di Moskwa, Kamis (6/6/2019). ( Foto: CNN / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 7 Juni 2019 | 07:28 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei telah membuat kesepakatan untuk membangun jaringan nirkabel 5G pertama di Rusia. Perjanjian dengan operator terbesar Rusia, MTS, ditandatangani di sela-sela pembicaraan di Moskwa antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kesepakatan MTS tidak hanya akan menciptakan penggunaan komersial jaringan 5G di Rusia dalam waktu dekat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan lebih lanjut dari ikatan ekonomi antara Rusia dan Tiongkok," kata Presiden dan CEO MTS Alexei Kornya dalam pernyataan Kamis (6/6).

MTS menyatakan kesepakatan itu akan mencakup pengembangan teknologi 5G dan peluncuran jaringan percontohan 5G di Rusia tahun ini dan pada 2020.

Kesepakatan datang pada saat yang kritis bagi perusahaan yang berbasis di Shenzhen, yang sekarang berada di garis depan dalam perang perdagangan yang meningkat antara Amerika dan Tiongkok.

Amerika Serikat (AS) melancarkan kampanye melawan Huawei, melarangnya dari jaringan 5G dalam negeri. AS memutus Huawei dari perangkat lunak dan komponen Amerika yang dibutuhkannya untuk bisnis telepon pintar dan peralatan jaringannya.

Washington juga telah mendesak sekutu untuk membatasi atau melarang penggunaan peralatan Huawei di jaringan 5G dalam negeri. AS juga memperingatkan bahwa Beijing dapat menggunakan infrastruktur data sensitif untuk memata-matai.

Namun Huawei berulang kali membantah bahwa salah satu produknya menimbulkan risiko keamanan nasional. Huawei adalah pemasok peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan merek smartphone No. 2 di belakang Samsung.

Tetapi pembatasan AS menimbulkan ancaman besar bagi bisnis Huawei dan dapat menunda peluncuran global 5G. Generasi berikut Huawei dari jaringan ultra cepat akan memberi daya segalanya mulai dari mobil self-driving hingga robot berjaringan.



Sumber: Suara Pembaruan