Xi Jinping Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Rusia

Xi Jinping Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Rusia
Presiden Tiongkok Xi Jinping (tengah) didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan dari Universitas Negeri St. Petersburg Rusia di St. Petersburg, Rusia, Kamis (6/6/2019). ( Foto: Xinhua / Li Tao )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 8 Juni 2019 | 08:46 WIB

St Petersburg, Beritasatu.com- Presiden Tiongkok Xi Jinping dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Negeri St. Petersburg Rusia pada Kamis (6/6). Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara pemberian hadiah tersebut.

Xi disambut hangat oleh Putin ketika tiba di gedung utama universitas. Setelah mengunjungi pameran kerja sama universitas dengan Tiongkok, kedua kepala negara melangkah ke auditorium bersama. Di sana, mereka bertemu dengan tepuk tangan meriah dari anggota fakultas, mahasiswa dan tamu yang hadir.

Dalam pidato yang disampaikan setelah diberikan sertifikat oleh rektor universitas, Xi mengaku merasa terhormat menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Negeri St. Petersburg.

Universitas St Petersburg, kata Xi, adalah institusi akademik yang terkenal di dunia dan dihormati sekian lama serta telah memberikan kontribusi luar biasa bagi pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan pendidikan Rusia dan seluruh dunia. Universitas ini juga menghasilkan banyak sinolog yang unggul dalam bahasa dan budaya Tiongkok.

Kerja sama dalam pendidikan adalah cara penting untuk membantu meningkatkan pemahaman dan persahabatan orang, kata Xi, mencatat bahwa pertukaran dekat universitas dan kerja sama dengan rekan-rekan Tiongkok telah mempromosikan budaya Tiongkok di Rusia serta studi Rusia di Tiongkok.

Menurut Xi, penganugerahan gelar doktor kehormatan di kepala negara masing-masing negara bersaksi tentang pertukaran pendidikan dan budaya yang erat antara kedua belah pihak, dan menunjukkan tingginya tingkat hubungan Tiongkok-Rusia.

Xi menyatakan harapan bahwa Rusia dan Tiongkok akan terus memperluas pertukaran dan kerja sama pendidikan, mempromosikan budaya mereka sendiri, dan belajar dari satu sama lain, sehingga dapat menumbuhkan lebih banyak bakat untuk perkembangan masing-masing negara.



Sumber: Suara Pembaruan