Ledakan Kapal Tanker di Teluk Oman, Saudi dan Inggris Juga Tuding Iran

Ledakan Kapal Tanker di Teluk Oman, Saudi dan Inggris Juga Tuding Iran
Api dan asap mengepul dari kapal tanker yang mengalami serangan misterius di perairan Teluk Oman, Kamis (13/6/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 14 Juni 2019 | 05:55 WIB

Riyadh, Beritasatu.com- Arab Saudi dan Inggris setuju dengan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran berada di belakang dugaan serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman.

Seperti dilaporkan Reuters, tuduhan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir pada Kamis (13/6) setelah
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan pada kapal tanker itu.

“Kami tidak punya alasan untuk tidak setuju dengan menteri luar negeri. Kami setuju dengannya (Pompeo,Red). Iran memiliki sejarah melakukan ini,” kata Jubeir kepada CNN.

Pemerintah Inggris pun setuju dengan AS bahwa Iran berada di belakang dugaan serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman, seorang wartawan BBC menulis di Twitter.

"Kami sangat setuju dengan penilaian AS," tulis reporter mengutip sumber Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris.

Namun kantor Kementerian Luar Negeri Inggris tidak segera memberi komentar.

Di tempat terpisah, pada Kamis (13/6), pemerintah Mesir mengutuk setiap tindakan yang merusak keselamatan jalur transportasi di wilayah Teluk.

Juru bicara kementerian luar negeri Mesir menyatakan pihaknya terus "mengikuti dengan khawatir" berita tentang serangan itu.

Sementara Qatar menyerukan penyelidikan internasional terhadap serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman pada Kamis. Qatar pun menyerukan desakan untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Satu pernyataan kementerian luar negeri Qatar yang dikeluarkan pada kantor berita negara QNA mengutuk apa yang disebutnya tindakan penghancuran.

"Terlepas dari siapa yang ada di belakang mereka, kami memperingatkan agar tidak merusak keamanan Teluk dan wilayah yang lebih luas," bunyi pernyataan kemenlu Qatar.

Qatar mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan eskalasi.



Sumber: Suara Pembaruan