Soal Serangan Kapal Tanker, Iran Batah Tuduhan AS

Soal Serangan Kapal Tanker, Iran Batah Tuduhan AS
Api dan asap mengepul dari kapal tanker yang mengalami serangan misterius di perairan Teluk Oman, Kamis (13/6/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 14 Juni 2019 | 14:21 WIB

Teheran, Beritasatu.com - Iran membantah keras tuduhan Amerika Serikat (AS) terkait kerusakan pada dua kapal tanker di Teluk Oman, akibat serangan misterius, pada Kamis (13/6/2019).

Seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya tidak memiliki hubungan dengan kerusakan dua kapal tanker yang diduga terjadi akibat ledakan.

AS, Arab Saudi dan beberapa negara sekutu menuding Iran berada dibalik serangan terhadap dua kapal tanker tersebut, seperti yang terjadi pada empat kapal tanker di pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, pada Mei 2019.

“Iran secara tegas menolak klaim tidak berdasar AS terkait insiden kapal tanker minyak 13 Juni dan mengecamnya sekeras mungkin. Klaim AS tidak berdasar,” sebut pernyataan misi Iran di Perserikatan Bangsa-bangsa, Jumat (14/6/2019).

Dua kapal tanker yang mengalami kebakaran, satu diantaranya membawa minyak dan lainnya mengangkut muatan bahan kimia, adalah kapal MT Front Altair milik Norwegia dan Kokuka Courageous milik Jepang.

Pihak operator kedua kapal taner tersebut belum memberikan penjelasan terkait siapa dan penyebab kerusakan. Namun, pemilik kapal menyatakan seluruh krunya berhasil dievakuasi dan selamat.

Dua kapal tanker naas itu berada di Teluk Oman terletak di salah satu ujung Selat Hormuz yang strategis karena menjadi jalur bagi kapal-kapal yang membawa ratusan juta dolar minyak dari kawasan Teluk ke seluruh dunia.

Insiden itu terjadi sebulan berselang serangan terhadap empat kapal tanker minyak di pelabuhan UEA, dimana Iran dituding berada di balik serangan itu. Akibat insiden tersebut, harga minyak langsung naik sekitar 4%.

Baik Iran maupun AS menyebut sama-sama membantu proses evakuasi para kru saat kedua kapal diserang. Kantor Berita Iran, IRNA, melaporkan pencarian dan penyelamatan tim Iran berhasil menolong 44 pelaut, yaitu 21 orang dari Kokuka Courageous dan 23 dari Front Altair. Sedangkan, Armada Kelima Angkatan Laut AS juga mengaku membantu upaya penyelamatan setelah menerima dua panggilan darurat.

Asosiasi pelayaran internasional terbesar di dunia, BIMCO, menyatakan ketegangan di Selat Hormuz dan Teluk Oman saat ini setinggi yang didapatkan tanpa menjadi konflik bersenjata. BIMCO mendesak para pemilik kapal agar sangat berhati-hati di kawasan itu.

Penyebab ledakan masih belum jelas, tapi sumber dari salah satu operator menyatakan kedua kapal itu diduga ditembak oleh satu torpedo. Asosiasi Pemilik Tanker Independen (Intertanko) menyatakan kedua kapal itu diserang di atau atas garis air, dekat dengan ruang mesin.

“Ini tampaknya serangan yang terkoordinasi dan direncanakan dengan baik,” sebut pernyataan Intertanko.



Sumber: Al Jaseera/Reuters/Suara Pembaruan