Kematian Morsi Picu Reaksi Dunia

Kematian Morsi Picu Reaksi Dunia
Mantan presiden Mesir, Mohamed Morsi. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 18 Juni 2019 | 05:38 WIB

Kairo, Beritasatu.com- Reaksi internasional menyusul berita kematian mantan presiden Mesir Mohamed Morsi. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (17/6), pria berusia 67 tahun itu meninggal dunia setelah pingsan di pengadilan Kairo saat diadili atas tuduhan spionase.

Orang-orang di seluruh dunia pada hari Senin mengeluarkan pernyataan tentang kematian mendadak Morsi.

Sebagai seorang tokoh penting dalam Ikhwanul Muslimin dan presiden pertama yang terpilih secara demokratis dalam sejarah modern Mesir, Morsi akhirnya malah dipenjara.

Dari Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Morsi dan rakyat Mesir.

"Kami menerima dengan sangat sedih berita kematian mendadak mantan presiden Dr. Mohamed Morsi. Saya menyampaikan bela sungkawa terdalam saya kepada keluarga dan rakyat Mesir. Kami milik Tuhan dan kepadaNya kami akan kembali," kata Sheikh Tamim dalam posting Twitternya.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga memberikan penghormatan kepada Morsi, menyebutnya "martir".

"Semoga Allah mengistirahatkan saudara laki-laki Morsi kita, jiwa martir kita dalam damai," kata Erdogan, yang telah menjalin hubungan dekat dengan mantan presiden.

Hamas mengeluarkan pernyataan memberikan penghormatan kepada Morsi, yang telah menjadi sekutu dekat gerakan Palestina yang mengelola Jalur Gaza yang terkepung.

Hamas memuji perjuangan panjang Morsi yang dihabiskan untuk melayani Mesir dan rakyatnya, dan terutama perjuangan Palestina.

Juru bicara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Stephane Dujarric juga menyampaikan belasungkawa kepada kerabat dan pendukung Morsi.

Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif divisi Timur Tengah dan Afrika Utara dari Human Rights Watch, menyebut kematian Morsi "mengerikan tetapi sepenuhnya dapat diprediksi", mengingat kegagalan pemerintah untuk memberinya perawatan medis yang memadai.

"Apa yang telah kami dokumentasikan selama beberapa tahun terakhir adalah kenyataan bahwa ia berada dalam kondisi terburuk. Setiap kali muncul di hadapan hakim, ia meminta perawatan medis pribadi dan perawatan medis," kata Whitson



Sumber: Suara Pembaruan