Jet Tempur F-35 Belum Dikirim, Turki Merasa Dirampok AS

Jet Tempur F-35 Belum Dikirim, Turki Merasa Dirampok AS
Pesawat tempur F-35 buatan Amerika Serikat. ( Foto: Defense News )
Heru Andriyanto / HA Kamis, 4 Juli 2019 | 16:57 WIB

Ankara, Beritasatu.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kalau Amerika Serikat tidak bersedia mengirim pesawat tempur canggih F-35 yang sudah dibeli negaranya, maka itu akan menjadi sebuah "perampokan".

"Jika Anda mencari seorang pelanggan, dan lalu pelanggan itu datang dan membayar tepat waktu, kenapa Anda tidak berikan barangnya? Itu seperti perampokan," kata Erdogan seperti dikutip harian Hurriyet, Kamis (4/6/2019).

Hubungan Turki-AS memang memanas setelah Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia, yang dijadwalkan terkirim beberapa hari lagi.

Pemerintah AS kemudian mengancam membatalkan pesanan 116 pesawat F-35 dari Turki ditambah sanksi ekonomi.

Erdogan mengklaim Turki sudah membayar US$ 1,4 miliar (Rp 19,8 triliun) untuk F-35.

Bulan lalu, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan menulis surat ke pemerintah Turki yang isinya peringatan bahwa para pilot Turki bisa diusir dari AS jika pembelian sistem pertahanan S-400 tidak dibatalkan sampai 31 Juli 2019.

Namun, setelah bertemu Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20 di Jepang Sabtu lalu, Erdogan mengatakan dia mendapat jaminan tidak akan ada sanksi.

Trump dikabarkan menyalahkan pendahulunya Barack Obama karena gagal menuntaskan perjanjian jual beli sistem pertahanan udara Patriot buatan AS dengan Turki, sehingga negara itu akhirnya memilih S-400.

Turki mengatakan Rusia menawarkan kesepakatan yang lebih baik termasuk kerja sama produksi.



Sumber: AFP