AS, Paling Banyak Sumbang Sampah Dunia

AS, Paling Banyak Sumbang Sampah Dunia
Barang bukti impor sampah plastik mengandung bahan berbahaya di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Sabtu 15 Juni 2019. ( Foto: AFP PHOTO )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 6 Juli 2019 | 21:11 WIB

Paris, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling banyak menyumbang sampah di dunia. Menurut satu studi baru mengenai tren sampah global yang diterbitkan Verisk Maplecroft Rabu (3/7), warga dan bisnis AS menghasilkan jauh lebih banyak sampah per kapita daripada porsi yang sewajarnya.

Data gabungan sampah, plastik, makanan, dan limbah berbahaya dari 194 negara menunjukkan bahwa dunia sekarang menghasilkan rata-rata 2,1 miliar ton sampah setiap tahun. Jumlah itu cukup untuk mengisi lebih dari 820.000 kolam renang berukuran Olimpiade.

Menurut perusahaan manajemen risiko Verisk Maplecroft, hanya 16% dari sampah sebanyak 323 juta ton yang bisa didaur ulang, sementara 950 juta ton sisanya "tidak berkelanjutan" dibuang.

Dengan rata-rata 773 kilogram per kepala, AS menghasilkan sekitar 12% dari limbah padat kota global, atau sekitar 239 juta ton per tahun. Jumlah itu lebih banyak tiga kali lipat rata-rata global dan lebih dari tujuh kali lipat dari Ethiopia, negara yang paling banyak membuang sampah.

Selain itu, konsumsi AS yang tak terpuaskan tidak sebanding dengan kapasitas daur ulangnya. Dengan kapasitas 35% saja, AS berada di peringkat salah satu yang terburuk di antara negara maju untuk didaur ulang, dan jauh di belakang negara-negara seperti Jerman, yang dapat mendaur ulang 68% limbahnya.

Penulis laporan itu juga memperingatkan bahwa larangan impor limbah padat baru-baru ini atau yang akan datang oleh sejumlah importir Asia, termasuk Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Larangan tersebut dapat mempersulit produsen limbah besar untuk mengelola masalah yang semakin besar.



Sumber: Suara Pembaruan