Indonesia Akan Kirim Balik 210 Ton Sampah Australia

Indonesia Akan Kirim Balik 210 Ton Sampah Australia
Petugas bea cukai menunjukkan kertas koran dari satu kontainer berisi sampah yang berasal dari Australia, Surabaya (9/7/2019). ( Foto: AFP / Juni Kriswanto )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 10 Juli 2019 | 20:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia akan mengirim lebih dari 210 ton sampah ke Australia, saat negara-negara Asia Tenggara menolak untuk dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah negara asing.

“Delapan peti kemas yang disita di kota Surabaya seharusnya hanya berisi kertas bekas, tetapi pihak berwenang juga menemukan bahan berbahaya dan sampah rumah tangga termasuk botol plastik dan kemasan, popok bekas, sampah dan kaleng elektronik,” kata juru bicara badan bea cukai Jawa Timur kepada AFP pada Selasa (8/7).

Menurut bea cukai Jatim, setelah pemeriksaan, kementerian lingkungan hidup Indonesia merekomendasikan limbah itu diekspor kembali.

“Tindakan ini dilakukan untuk melindungi lingkungan publik dan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dari limbah B3,” tambahnya, merujuk pada bahan berbahaya dan beracun.

Pihak berwenang menyatakan perusahaan Australia Oceanic Multitrading mengirim limbah ke Indonesia dengan bantuan dari perusahaan Indonesia PT MDI.
Keputusan Tiongkok pada tahun 2018 untuk melarang impor limbah plastik asing membuat daur ulang global menjadi kacau. Keputusan itu membuat negara-negara maju berjuang untuk menemukan tempat untuk mengirim limbah mereka.

Sampah dalam jumlah besar sejak itu telah dikirimkan ke Asia Tenggara, tetapi penentangan terhadap penanganan sampah ekspor semakin meningkat di wilayah tersebut. Pekan lalu, Indonesia mengumumkan akan mengirim kembali 49 peti kemas penuh limbah ke Prancis dan negara-negara maju lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan