Teluk Persia Memanas, Inggris Kirim Kapal Perang Kedua

Teluk Persia Memanas, Inggris Kirim Kapal Perang Kedua
Kapal perang jenis destroyer milik Kerajaan Inggris, HMS Duncan. ( Foto: Brian Burnell via Wikimedia )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 13 Juli 2019 | 03:53 WIB

Beritasatu.com - Inggris kembali mengirim satu kapal perangnya ke kawasan Timur Tengah menyusul ketegangan setelah Iran mencoba menghalangi kapal tanker Inggris di Teluk Persia.

Kapal tipe destroyer HMS Duncan akan segera berangkat menyusul kapal perang HMS Montrose, yang Rabu lalu dipaksa melakukan intervensi untuk mengusir kapal-kapal Iran menjauh dari tanker Inggris dalam insiden di Selat Hormuz.

HMS Duncan saat ini berada di Laut Mediterranea dalam rangka latihan bersama Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan memang sudah dijadwalkan untuk menggantikan Montrose yang akan menjalani perawatan rutin.

Namun pengiriman HMS Duncan dipercepat karena meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Nantinya, dua kapal perang itu akan beroperasi bersama dalam jangka pendek.

“Sebagai bagian dari keberadaan kami yang sudah lama di Teluk, HMS Duncan dikirim ke kawasan tersebut untuk tetap menjaga keamanan maritim ketika HMS Montrose lepas tugas untuk menjalani perawatan dan pergantian kru yang sudah dijadwalkan sebelumnya," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataannya, Jumat (12/7/2019).

"Langkah ini untuk memastikan bahwa Inggris bersama dengan para mitra internaisonal kami bisa terus mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran vital ini."

Iran dan negara-negara Barat terlibat dalam ketegangan setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menambah pembatasan perdagangan dengan Iran.

Di bawah kesepakatan itu, Iran diwajibkan mengurangi aktivitas program nuklirnya, dan sebagai balasan hubungan dagang dengan negara-negara lain dinormalisasi. Namun, Iran mengeluh bahwa Eropa tidak membantu mereka dan justru mematuhi sanksi dari AS.

Yang paling memukul Iran adalah pembatasan penjualan minyak dan gas, yang menjadi urat nadi perekonomian negara tersebut. Sebagai respons, Iran mengatakan tidak akan menjaga komitmen pada pembatasan nuklir, dan bertekad akan meningkatkan pengayaan uranium.

Tiingkat kewaspadaan Angkatan Laut Inggris di Teluk telah ditingkatkan ke level maksimal. Iran sebelumnya mengancam akan melakukan tindakan pembalasan setelah Angkatan Laut Inggris menahan tanker Grace I milik Iran di dekat Gibraltar, karena dituduh melanggar sanksi internasional.

Iran menuntut tanker tersebut dilepaskan dan mengancam akan ada konsekuensi jika tidak dilakukan.

Rabu lalu, kapal tanker Inggris Heritage didekati tiga kapal Garda Revolusi Iran dan diperintahkan berhenti di wilayah maritim Iran.

Namun, HMS Montrose yang mnegawal tanker tersebut mengarahkan moncong senjatanya ke kapal-kapal Iran dan mengusir mereka.



Sumber: The Independent