Pertama Kali, Komisi Uni Eropa Dipimpin Presiden Perempuan

Pertama Kali, Komisi Uni Eropa Dipimpin Presiden Perempuan
Presiden Komisi Eropa yang baru terpilih Ursula von der Leyen memberi isyarat ketika menghadiri konferensi pers setelah pemungutan suara pada pemilihannya di Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis timur, Selasa (16/7/2019). ( Foto: AFP / FREDERICK FLORIN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 17 Juli 2019 | 23:02 WIB

Brussels, Beritasatu.com- Parlemen Eropa, Selasa (16/7), menetapkan Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen sebagai presiden baru Komisi Eropa. Posisi itu menjadikan von der Leyen perempuan pertama yang menjadi presiden komisi sekaligus warga Jerman pertama selama lebih dari 50 tahun.

Politisi 60 tahun kelahiran Brussels itu bukan pertama kalinya membuat sejarah. Dia juga menjadi menteri pertahanan perempuan pertama di Jerman saat dilantik tahun 2013. Von der Leyen telah menjadi sekutu dekat Kanselir Jerman Angela Merkel dan diperkirakan menjadi penerus orang nomor satu Jerman tersebut.

Dalam pemungutan suara rahasia, anggota parlemen memberikan selisih tipis untuk mendukung von der Leyen menggantikan Jean-Claude Juncker yang akan mundur pada 31 Oktober 2019.

Von der Leyen mendapatkan dukungan 383 anggota parlemen, atau lebih sembilan suara dari yang dibutuhkan untuk mengamankan mayoritas absolut, tapi di bawah ambang batas 400 yang memberikannya stabilitas mayoritas untuk meloloskan kebijakannya lewat parlemen dalam lima tahun ke depan.

Setelah pengumuman hasil, von der Leyen mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah kepercayaan dari Eropa. Sementara jabatan Menhan Jerman kemungkinan diserahkan kepada Annegret Kramp-Karrenbauer yang menjadi favorit Merkel.

“Keyakinan di dalam Eropa yang satu dan kuat, dari timur ke barat, dari selatan ke utara. Keyakinan di Eropa yang siap untuk bertarung demi masa depan, bukannya bertarung satu sama lain,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan