Akibat Banjir di Asia Selatan, Lebih dari 270 Orang Tewas

Akibat Banjir di Asia Selatan, Lebih dari 270 Orang Tewas
Penduduk India berjalan di sepanjang jalan yang banjir sambil membawa barang-barangsetelah hujan lebat di distrik Sitamarhi di negara bagian Bihar, India, Rabu (17/7/2019). ( Foto: AFP / Sachin KUMAR )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 20 Juli 2019 | 19:36 WIB

New Delhi, Beritasatu.com- Setidaknya 227 orang tewas akibat banjir bandang melanda kawasan Asia Selatan selama akhir pekan lalu. Banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat, telah menyapu India, Nepal, Pakistan, dan Bangladesh, sehingga membuat kehancuran di setiap negara.

Negara bagian India sebelah timur laut, Bihar dan Assam, terdampak paling parah. Korban tewas meningkat di Bihar menjadi 67 orang, sedangkan di Assam 10 orang, dengan total lebih dari 10,3 juta orang yang terdampak.

Di Bihar, hujan telah mereda sehingga memperlihatkan kerusakan sebenarnya. Ketika banjir surut, jenazah korban yang hilang menjadi ditemukan, sebut para pejabat pada Kamis (18/7).

Dua negara bagian India telah membangun 900 kamp bantuan dan penampungan sementara untuk para pengungsi dan keluarga pengungsi yang berjumlah lebih dari 265.000 orang.

Di Nepal, Kementerian Dalam Negeri menyatakan korban tewas mencapai 88 orang. Bencana terburuk di sana tampaknya telah lewat karena banyak orang mulai kembalii ke rumah mereka dan angka warga yang tinggal di kamp-kamp bantuan turun dari 17.000 menjadi 11.000.

Sementara itu, korban tewas akibat banjir di wilayah Kashmir Pakistan dan Lahore sebanyak 46 orang. Hujan deras hanya mewakili awal dari musim hujan yang berlangsung sampai September nanti.

Meskipun air banjir telah surut, krisis akan terus berlanjut untuk keluarga-keluarga yang terdampak. Ratusan rumah telah rusak atau sepenuhnya hancur, dan mereka harus berjuang membangunnya kembali sebelum datang hujan lebih deras.

“Saya sedang memegang tangan ibu saya saat berusaha menyelamatkannya, tapi sayangnya tangannya terlepas dan dia tersapu air banjir. Dalam satu menit, seluruh dunia saya hilang, ibu saya dan rumah saya hilang,” kata Amin Butt yang mengunjungi keluarganya di Kashmir.



Sumber: Suara Pembaruan