Mati, Penyu Berkepala Dua di Malaysia

Mati, Penyu Berkepala Dua di Malaysia
Foto dokumentasi Scuba Junkie SEAS yang diambil pada 15 Juli 2019 memperlihatkan tukik dua kepala di situs Pulau Mabul, Malaysia. ( Foto: AFP / SCUBA JUNKIE S.E.A.S )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 20 Juli 2019 | 21:28 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Seekor tukik berkepala dua ditemukan di Pulau Mabul, Malaysia. Seperti dilaporkan AFP, Kamis (18/7), anak penyu hijau itu akhirnya mati setelah beberapa hari ditemukan.

Ditemukan pada Senin (15/7) di pulau Mabul, di lepas bagian Malaysia dari Kalimantan, anak penyu itu tinggal di sarang besar bersama lebih dari 90 penyu hijau lainnya yang baru saja menetas.

David McCann, ahli biologi laut dan manajer konservasi untuk kelompok SJ SEAS - yang mengawasi situs sarang penyu, mengatakan makhluk kecil itu "benar-benar menarik".

“Kepala kanan tampaknya mengendalikan sirip kanan depan, dan kepala kiri mengendalikan sirip kiri depan. Namun mereka mampu mengoordinasikan gerakan mereka untuk berjalan dan berenang,” kata McCann.

Ketua SJ SEAS Mohamad Khairuddin Riman menambahkan pihaknya telah membebaskan sekitar 13.000 ekor tukik dari tempat penetasan dan belum pernah melihat tukik berkepala dua sebelumnya.

Sen Nathan, dokter hewan dari Departemen Satwa Liar Malaysia, mengatakan tukik itu akhirnya mati pada Rabu (17/7) malam.

Nathan mengatakan penyebab kematian tukik itu belum diketahui. Dia juga menambahkan bahwa tukik memang memiliki peluang kecil untuk bertahan lama di alam liar.

“Tukik itu akan diburu oleh elang karena tidak bisa berenang dengan baik,” katanya

Meskipun dianggap langka, tukik berkepala dua bukan pertama kalinya ditemukan.

Nathan mengatakan seekor tukik kepala dua juga pernah ditemukan pada tahun 2014, di pulau di lepas pantai timur Malaysia. Namun tukik itu hanya bertahan selama tiga bulan.

Penyu hijau adalah salah satu penyu terbesar, dan banyak ditemukan di perairan tropis dan subtropis.



Sumber: Suara Pembaruan