Masjid Berumur 1.200 Tahun Ditemukan di Israel

Masjid Berumur 1.200 Tahun Ditemukan di Israel
Pekerja Muslim dari otoritas barang antik Israel salat di reruntuhan masjid pedesaan kuno yang baru ditemukan di kota Rahat Bedouin Israel di gurun Negev, Israel, Kamis (18//2019). Situs kuno ini berasal dari era antara abad ke-7 dan ke-8. ( Foto: AFP/Getty Images / MENAHEM KAHANA )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 23 Juli 2019 | 11:55 WIB

Tel Aviv, Beritasatu.com- Para arkeolog menemukan reruntuhan 1.200 tahun di padang pasir, kota Rahat di gurun Negev, Israel. Direktur penggalian Jon Seligman dan Shahar Zur mengatakan masjid itu akan menjadi "penemuan langka di mana pun di dunia".

Salah satu masjid paling awal yang dikenal di dunia, dibangun sekitar 1.200 tahun yang lalu, telah ditemukan oleh para arkeolog di Gurun Negev, Israel.

Sisa-sisa bangunan masjid berasal dari abad ke-7 atau ke-8, ditemukan di kota Bedouin, Rahat.

Otoritas Purbakala Israel (IAA) menyatakan masjid itu digali selama pembangunan di daerah tersebut. “Situs ini adalah masjid pertama yang diketahui dari periode ini di daerah tersebut, menyaingi usia yang ditemukan di Mekah dan Yerusalem,” kata IAA.

Para peneliti percaya bahwa jemaah masjid kemungkinan besar adalah petani lokal.

Bangunan itu terbuka, berbentuk persegi panjang dan memiliki "Mihrab" yang menghadap ke selatan menuju Mekah, kota paling suci umat Islam.

"Fitur-fitur ini adalah bukti untuk tujuan yang digunakan bangunan ini, ratusan tahun yang lalu," kata Seligman.

Menurut Gideon Avni, seorang ahli sejarah Islam awal, situs bersejarah ini adalah salah satu masjid pertama yang dibangun setelah kedatangan Islam di tempat yang sekarang disebut Israel, ketika orang-orang Arab menaklukkan provinsi Bizantium pada 636.

“Penemuan desa dan masjid di sekitarnya merupakan kontribusi yang signifikan untuk studi sejarah negara selama periode yang bergejolak ini,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan