Huawei Akan Pecat 600 Pegawai di AS

Huawei Akan Pecat 600 Pegawai di AS
Pendiri Huawei Ren Zhengfei (kanan) bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. ( Foto: BBC / Dokumentasi )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 23 Juli 2019 | 16:36 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei, mengumumkan rencana pemecatan sekitar 600 pegawainya di Amerika Serikat, Selasa (23/7/2019), akibat dari "pembatasan operasi bisnis" terkait sanksi terhadap perusahaan dan 68 anak usahanya.

Pengurangan pegawai besar-besaran itu akan dilakukan di perusahaan riset dan pengembangan Huawei, Futurewei Technologies, yang berada di Texas, bunyi pernyataan perusahaan dalam surat elektroniknya.

Futurewei memperkerjakan lebih dari 750 orang, menurut data Bloomberg.

"Keputusan seperti ini pasti tidak mudah dibuat. Para karyawan yang memenuhi syarat akan ditawarkan paket pesangon, termasuk gaji dan tunjangan," tulis Huawei.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah memasukkan Huawei di Entity List (daftar entitas), yang artinya semua perusahaan AS yang akan memasok Huawei dengan teknologi AS harus memiliki lisensi.

Baca juga: Wapres Wang: Tiongkok Tak Bisa Dibungkam

Huawei, pemimpin dalam teknologi nirkabel 5G, masih dilarang mengembangkan jaringan 5G di Amerika Serikat, dan pemerintah AS mendorong negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Washington menuduh Huawei bekerja langsung untuk pemerintah Tiongkok, tetapi dibantah perusahaan tersebut.

Setelah bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela KTT G20 di Osaka bulan lalu, Presiden Trump mengatakan akan memperlunak hukuman pada Huawei asalkan peralatan yang dijual kepadanya tidak menimbulkan risiko keamanan nasional.

Pekan ini, The Washington Post memberitakan bahwa Huawei diam-diam membantu Korea Utara membangun dan merawat jaringan nirkabel komersial.

Mengutip dokumen-dokumen internal dan sejumalh sumber, suratkabar itu menulis bahwa Huawei bermitra dengan BUMN Tiongkok, Panda International Information Technology, dalam menggarap proyek di Korut selama delapan tahun terakhir.

Dengan melakukan itu, Huawei yang memakai teknologi AS dalam sejumlah komponennya telah melanggar larangan ekspor ke rezim terisolasi di Pyongyang.



Sumber: AFP