AS Berlakukan Lagi Hukuman Mati Setelah 16 Tahun

AS Berlakukan Lagi Hukuman Mati Setelah 16 Tahun
Foto dokumentasi pada 8 Desember 2002 memperlihatkan kursi listrik berjuluk "Sparky Tua" yang dipajang di Museum Penjara Texas di Huntsville, Texas. Jaksa Agung AS Bill Barr mengumumkan pada 25 Juli 2019, bahwa pemerintah federal akan kembali menerapkan hukuman mati setelah absen 16 tahun dan menetapkan tanggal eksekusi untuk lima terpidana pembunuh. ( Foto: AFP / PAUL BUCK )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 26 Juli 2019 | 20:12 WIB

Washington, Beritasatu.com-  Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan kembali memberlakukan hukuman mati setelah dinon-aktifkan selama 16 tahun atau sejak 2003. Jaksa Agung AS William Barr menyatakan Departemen Kehakiman sudah menjadwalkan eksekusi mati atas lima narapidana di penjara federal untuk bulan Desember 2019 dan Januari 2020.

“Kongres telah secara tegas mengesahkan hukuman mati melalui undang-undang yang diadopsi oleh perwakilan rakyat di kedua kamar (DPR dan Senat) dan ditandatangani oleh presiden,” kata Barr lewat pernyataannya, Kamis (25/7).

Barr menambahkan di bawah administrasi kedua belah pihak, Departemen Kehakiman telah meminta hukuman mati terhadap pelaku kejahatan terburuk, termasuk lima pembunuh, yang masing-masing dijatuhkan hukuman oleh juri dan rekan-rekannya setelah proses sepenuhnya dan adil.

“Departemen Kehakiman menegakkan aturan hukum dan kami berutang kepada korban dan keluarga mereka untuk meneruskan hukuman yang diberlakukan oleh sistem hukum kita,” ujar Barr.

Pemerintah hanya menghukum mati tiga terdakwa sejak memulihkan kembal hukuman mati federal pada 1988, yang terbaru terjadi pada 2003 saat veteran Perang Teluk, Louise Jones (53), dieksekusi mati atas penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan tahun 1995 terhadap seorang tentara muda perempuan bernama Tracie Joy McBride (19). Pusat Informasi Hukuman Mati (DPIC) menyebut ada sekitar 60 orang yang dijatuhkan hukuman mati.

Sebanyak 30 negara bagian AS saat ini mengizinkan hukuman mati, tapi empat diantaranya, gubernurnya telah mengeluarkan moratorium. Sedangkan, 20 negara bagian telah menghapuskan atau membatalkan hukuman mati. New Hampshire menjadi negara bagian AS terakhir yang menghapuskan hukuman mati pada Mei 2019.



Sumber: Suara Pembaruan