Belanda dan Swiss Tunda Pendanaan UNRWA

Belanda dan Swiss Tunda Pendanaan UNRWA
Seorang pria Palestina mengangkut kantong tepung di luar pusat distribusi bantuan yang dijalankan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di kamp pengungsian Jalur Gaza tengah Bureij, Rabu (31/7/2019). ( Foto: AFP / SAID KHATIB )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 2 Agustus 2019 | 09:05 WIB

New York, Beritasatu.com- Belanda dan Swiss memutuskan untuk menunda pendanaan ke badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Palestina atau United Nations Relief and Works Agency (UNRWA).

Penundaan itu dilakukan setelah munculnya laporan etika yang mengungkapkan dugaan salah kelola dan penyalahgunaan kekuasaan tingkat pejabat tinggi. Temuan dalam laporan internal, yang pertama kali dipublikasikan oleh Al Jazeera, termasuk dugaan perilaku tidak benar, nepotisme, dan diskriminasi.

Laporan itu telah dikirimkan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres pada Desember 2018 dan penyelidikan sudah dijalankan. Para penyelidik PBB di kantor UNRWA di Yerusalem dan Amman untuk mengumpulkan informasi terkait tuduhan itu.

Menteri Pembangunan Kerja Sama Belanda Sigrid Kaag menyatakan negaranya telah mengungkapkan kepada PBB di New York dan UNRWA terkait keprihatinan besar dan meminta klarifikasi atas laporan tersebut. Belanda juga sedang berkonsultasi dengan negara penyumbang lainnya.

Ditambahkan, Menteri Kaag ingin mendengar langkah-langkah yang akan diambil PBB berdasarkan hasil penyelidikan.

“Menteri Kaag telah memutuskan untuk menunda kontribusi tahun ini (12 juta euro atau Rp 186,8 miliar) sampai menerima tanggapan memuaskan dari PBB di New York,” sebut pernyataan resmi Kaag.



Sumber: Suara Pembaruan