Inggris Siapkan Dana US$ 2,6 Miliar untuk “No-Deal Brexit”

Inggris Siapkan Dana US$ 2,6 Miliar untuk “No-Deal Brexit”
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri), didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel, berbicara pada pertemuan pertama Badan Kepolisian Nasional di Kantor Pusat di London, Rabu (31/7/2019). ( Foto: AFP / Kirsty Wigglesworth )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 2 Agustus 2019 | 10:02 WIB

London, Beritasatu.com- Inggris menyiapkan dana tambahan sebesar US$ 2,6 miliar (Rp 36,6 triliun) untuk memastikan negara itu siap meninggalkan Uni Eropa (UE) entah itu dengan atau tanpa kesepakatan pada akhir Oktober 2019.

Pemerintahan baru yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Boris Johnson, yang mengambil kekuasaan pekan lalu, bertekad untuk meninggalkan blok perdagangan itu tanpa kesepakatan dalam tiga bulan kecuali UE setuju merundingkan ulang kesepakatan dari pendahulunya, Theresa May.

Para menteri telah memperingatkan salah satu elemen yang paling diperdebatkan dalam perjanjian perceraian Inggris-UE adalah penghalang perbatasan Irlandia atau klausul backstop.

Inggris ingin penghalang tersebut dihilangkan, namun UE berulang kali menyatakan tidak akan menyetujuinya.

Dalam pengumuman kebijakan utama pertamanya, menteri keuangan baru Sajid Javid menggandakan pengeluaran untuk persiapan Brexit tanpa kesepakatan (no-deal) pada tahun ini.

Dana tambahan itu akan dipakai untuk membiayai kampanye iklan secara nasional, membantu warga Inggris tinggal di luar negeri, dan memastikan pasokan obat-obatan, serta peningkatan infrastruktur di sekitar pelabuhan-pelabuhan.

“Dengan tersisa 92 hari sampai Inggris meninggalkan UE, penting bahwa kita mengintensifkan rencana untuk memastikan kita siap,” kata Javid.



Sumber: Suara Pembaruan