Inggris Bebaskan Kapal Tanker Iran

Inggris Bebaskan Kapal Tanker Iran
Supertanker Iran Grace 1 berada di lepas pantai Gibraltar, Kamis (15/8/2019). Mahkamah Agung Gibraltar memutuskan untuk merilis supertanker Iran yang disita bulan lalu atas dugaan pengiriman minyak ke Suriah dalam pelanggaran sanksi Uni Eropa, meskipun AS mendorong untuk penahanan. ( Foto: AFP / JORGE GUERRERO )
Jeanny Aipassa / WIR Sabtu, 17 Agustus 2019 | 09:29 WIB

London, Beritasatu.com- Pemerintah Ekstrateritorial Inggris di Gibraltar memutuskan untuk membebaskan kapal super tanker milik Iran, Grace 1, yang disita bulan lalu karena diduga melakukan pengiriman minyak ke Suriah.

Pembebasan kapal tersebut telah disetujui Mahkamah Agung Gibraltar lewat putusan pada 4 Juli 2019. Pemerintah Gibraltar menyatakan mereka memang tidak berniat memperpanjang masa penahanan.

Amerika Serikat dikabarkan sempat bernegosiasi dengan Inggris selama 11 jam untuk meminta Inggris mengurungkan niatnya membebaskan kapal tanker Iran, tapi negosiasi tersebut gagal.

Kepala Pemerintahan Gibraltar, Fabian Picardo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima Jaminan dari Iran dan pemilik kapal tanker minyak itu bahwa mereka tidak menuju Suriah untuk mengirim minyak.

"Dari bukti yang kami temukan di kapal itu terbukti menguatkan dugaan kami. Kami membeskan kapal itu, setelah kami dapatkan Jaminan mereka tidak akan menuju Suriah," ujar Picardo, seperri dikutip CNN, Kamis (15/8).

Dalam sidang yang digelar Kamis (15/8) pagi waktu setempat, Kuasa Hukum Jaksa Agung Gibraltar, Joseph Triay, mengumumkan Kementerian Hukum AS meminta untuk memperpanjang masa penahanan Grace 1, tanpa memberikan alasan yang jelas.

Picardo mengungkapkan pihaknya telah menunggu hingga batas waktu yang diberikan kepada AS untuk memberikan alasan penangguhan pembebasan. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan AS tidak memberikan apapun, dan kapal itu akhirnya dibebaskan.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengecam sikap AS yang berusaha membela pembebasan kapal tanker mereka. Sebaliknya dia menyatakan hal itu sebagai 'upaya pembajakan.'

Iran hingga saat ini masih menahan kapal tanker berbendera Inggris, Stena Impero, saat melintas di Selat Hormuz. Mereka menganggap kapal itu melanggar aturan pelayaran dunia.

Pemilik kapal Stena Impero menyambut baik pembebasan kapal supertanker Grace 1 dan berharap Iran akan meresponnya dengan segera membebaskan kapal Stena Impero.



Sumber: Suara Pembaruan