Otoritas Malaysia Tak Pernah Beri Izin Ceramah pada Zakir Naik
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Otoritas Malaysia Tak Pernah Beri Izin Ceramah pada Zakir Naik

Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:51 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Putra Jaya, Beritasatu.com- Ulama kontroversial Zakir Naik ternyata tidak pernah mendapat izin ceramah di Malaysia. Pada Selasa (20/8), Direktur Departemen Keagamaan Islam Johor (JAIJ), Rofiki A Shamsudin, menyatakan lembaganya tidak pernah memberikan persetujuan kepada penceramah asal India itu.

“Setiap ulama keagamaan harus mendapatkan persetujuan dari JAIJ sebelum mereka diizinkan melakukan pembicaraan agama. Ini untuk memastikan ulama-ulama itu tidak mengatakan apa pun yang bertentangan dengan kredo atau akidah kita,” kata Rofiki.

Sementara itu, Wakil Ketua Menteri Penang Ahmad Zakiyuddin Abdul Rahman mengatakan negara bagian itu tidak menyambut Zakir ke wilayahnya dalam rangka berbicara di pertemuan publik. Keputusan itu sudah dikeluarkan oleh Penang sejak enam bulan lalu.

Ahmad menilai isi dari kotbah atau pandangan Zakir tidak akan cocok untuk negara yang multiras. “Ketika Zakir mengunjungi kami, kami membahas beberapa hal, termasuk keinginannya untuk berbicara di sini di Penang,” kata Ahmad.

“Tapi kami segera menyampaikan bahwa apa pun yang ingin dia sampaikan tidak akan cocok,” tambahnya.

Pada Minggu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan Zakir telah melampaui batas ketika menyebut etnis Tionghoa harus kembali ke negara asalnya dan mempertanyakan kesetiaan dari warga keturunan Malaysia-India dalam dua kejadian terpisah.

Anggota parlemen Langkawi juga menyebut Zakir telah melanggar hak istimewanya sebagai warga asing dengan mengeluarkan pernyataan politik dan mendukung penyelidikan polisi atas Zakir.

Polisi Malaysia sedang melakukan penyelidikan kepada Zakir. Pada Senin, Zakir berada di kantor polisi mulai pukul 15.15-19.30 waktu setempat untuk menjawab sejumlah pertanyaan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Usai Diperiksa Polisi, Zakir Naik Minta Maaf

Zakir Naik, ulama India yang kontroversial meminta maaf pada Selasa (20/8) karena membuat komentar buruk tentang ras multi-etnis di Malaysia.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Gedung Putih Tuduh Tiongkok Lakukan Intimidasi di LCS

Gedung Putih pada Selasa (20/8) menuduh Tiongkok melancarkan "taktik intimidasi" di perairan Laut China Selatan (LCS) yang semakin tegang.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Zakir Naik Dilarang Berkhotbah di Seluruh Malaysia

Otoritas Malaysia telah mengeluarkan larangan berkhotbah untuk ulama buronan Zakir Naik di seluruh negara bagiannya.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Bom Meledak, Perayaan HUT Kemerdekaan Afghanistan Kacau

Puluhan orang termasuk anak-anak terluka pada Senin (19/8) setelah serangkaian ledakan mengguncang kota Jalalabad di Afghanistan timur.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Twitter dan Facebook Hapus Akun Palsu Tiongkok

Twitter dan Facebook telah mengambil langkah-langkah untuk memblokir apa yang kampanye misinformasi yang didukung negara Tiongkok.

DUNIA | 20 Agustus 2019

Kisruh Hong Kong, Bintang Pop Dukung Beijing

Delapan bintang pop dari Tiongkok menyuarakan dukungan mereka untuk Beijing atas kisruh demonstrasi Hong Kong.

DUNIA | 20 Agustus 2019

Mantan Presiden Sudan Terima Suap US$ 90 Juta dari Saudi

Mantan presiden dan diktator Sudan, Omar al-Bashir, sebelum digulingkan telah menerima US$ 90 juta (Rp 1,2 triliun) dari seorang anggota kerajaan senior Arab Saudi.

DUNIA | 20 Agustus 2019

Kebakaran di Bangladesh, 10.000 Orang Jadi Tunawisma

Lebih dari 10.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran besar melanda daerah kumuh di ibu kota Bangladesh, Dhaka.

DUNIA | 20 Agustus 2019

Kebakaran Hutan di Spanyol, 9.000 Orang Dievakuasi

Sedikitnya 9.000 orang dievakuasi dari sejumlah desa di Kepulauan Canary akibat kebakaran hutan yang meluas dengan cepat dalam dua hari terakhir.

DUNIA | 20 Agustus 2019

Tiongkok Kecam Taiwan Terkait Tawaran Suaka untuk Hong Kong

Tiongkok mengecam Taiwan terkait tawaran suaka politik untuk para peserta unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong yang menghadapi tuntutan dari pemerintahnya.

DUNIA | 20 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS