PM Italia Mengundurkan Diri, Negara Krisis

PM Italia Mengundurkan Diri, Negara Krisis
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte (tengah) mendapat ucapan selamat dari Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pembangunan Ekonomi, Kebijakan Ketenagakerjaan dan Sosial, Luigi Di Maio setelah menyampaikan pidato di Senat Italia, di Roma, Selasa (20/8/2019) ( Foto: AFP / Andreas SOLARO )
Jeanny Aipassa / WIR Kamis, 22 Agustus 2019 | 07:38 WIB

Roma, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan pengunduran diri, pada Selasa (20/8). Langkah tersebut membuat Italia menghadapi krisis politik karena kekosongan posisi PM.

Conte mengundurkan diri setelah keputusan Partai Liga yang menarik dukungan terhadapnya dan mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintahan koalisi yang telah berusia 14 bulan.

Keputusan Conte untuk mengundurkan diri membuat Italia mengalami kekosongan pemimpin, sampai Presiden Italia, Sergio Mattarella, memutuskan apakah akan membentuk koalisi baru atau mengadakan pemilihan sela.

Mattarella belum membuat keputusan dan menyatakan akan mengadakan pembicaraan dengan petinggi partai-partai dalam beberapa hari mendatang. Dia akan menggelar konsultasi tentang pemerintahan baru sementara pada Rabu (21/8), sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Terkait dengan itu, Mattarella meminta Conte untuk tetap memimpin administrasi pemerintahan, sambil menunggu hasil konsultasi tentang pemerintahan baru tersebut. Namun Conte menegaskan dia melepas jabatan PM sepenuhnya.

Krisis politik di Italia dimulai pada 8 Agustus 2019, ketika Matteo Salvini, kepala partai Liga, menyatakan aliansinya dengan Gerakan Bintang Lima anti-kemapanan telah mati.

Salvini yang menjabat sebagai Wakil PM dan Menteri Dalam Negeri Italia, lalu menyerukan dan menyerukan pemilihan PM. Langkah tersebut dinilai merupakan upaya untuk menjadikannya terpilih sebagai PM menggantikan Conte.

Berbicara kepada parlemen tentang kekacauan yang ditimbulkan Partai Liga, Conte menuduh Salvini berusaha menyeret koalisi dalam kesepaakatan politik demi keuntungan pribadi, dan menempatkan negara dalam risiko ketidakstabilan keuangan.

"Saya mengakhiri pengalaman pemerintah ini di sini. Tidak bertanggung jawab untuk memulai krisis pemerintah. (Salvini, Red) telah menunjukkan bahwa dia mengikuti kepentingannya sendiri dan kepentingan partainya," kata Conte di hadapan Senat, dalam pidato selama hampir satu jam.



Sumber: Suara Pembaruan