Pakistan: Copot Priyanka Chopra sebagai Duta UNICEF
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Pakistan: Copot Priyanka Chopra sebagai Duta UNICEF

Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:05 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Islamabad, Beritasatu.com- Pakistan menyerukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mencopot artis India Priyanka Chopra dari posisinya sebagai duta untuk United Nation Children's Fund (UNICEF) karena dituduh mendukung perang nuklir.

Pakistan sudah mengajukan keluhan lewat surat resmi kepada PBB di tengah meningkatnya ketegangan negara itu dengan tetangga bersenjata nuklirnya, India.

Dalam surat kepada pimpinan UNICEF Henrietta Fore, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan Shireen Mazari menyalahkan artis berusia 37 tahun dan mantan Miss World tersebut karena secara terbuka mendorong posisi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi dan pemerintahannya yang beraliran nasionalis Hindu di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Awal bulan ini, Pemerintah India mencabut otonomi di Jammu dan Kashmir dan memberlakukan penguncian keamanan, serta pemutusan komunikasi.

Situasi di Kashmir masih belum kondusif, termasuk terjadinya baku tembak di distrik Baramulla di Ganie-Hamam yang masuk wilayah Kashmir-India. Dua orang yaitu polisi dan pemberontak dilaporkan tewas dalam insiden pertama sejak penghapusan otonomi di wilayah itu.

Chopra, yang ditunjuk sebagai duta UNICEF pada 2010 dan 2016, baru-baru ini mendapatkan kecaman karena menuliskan pesan “Jayalah India” di akun Twitter pada 26 Februari 2019 bersama tagar mendukung angkatan bersenjata India di tengah meningkatnya ketegangan India dan Pakistan.

Dalam acara kosmetik di kota AS, Los Angeles, awal bulan ini, Chopra dikritik secara langsung oleh salah seorang peserta yaitu warga AS keturunan Pakistan, Ayesha Malik, yang menyebutkan “munafik” karena mendukung perang nuklir terhadap Pakistan.

“Jingoisme dan dukungan atas pelanggaran konvensi internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB oleh pemerintahan Modi di Kashmir, serta dukungan untuk perang, termasuk perang nuklir, merusak kredibilitas posisi PBB dimana dia diangkat di situ,” kata Mazari lewat pesannya di Twitter, Rabu (21/8). Jingoisme adalah rasa cinta tanah air yang berlebih-lebihan atau terlalu mengagungkan kebesaran dan kekuasaan negaranya sendiri.

“Kecuali dia segera dicopot, ide sebagai duta PBB untuk perdamaian menjadi cemoohan di seluruh dunia,” tambah Mazari.

Video konfrontasi untuk mengkritik Chopra telah diedarkan secara luas oleh Ayesha Malik. “Agak sulit mendengar Anda berbicara tentang kemanusiaan, karena sebagai tetangga Anda, seorang Pakistan, saya tahu Anda sedikit munafik karena pada 26 Februari lalu, Anda mengirim pesan Twitter 'Jai Hind (Jayalah India) #AngkatanBersenjataIndia,” sebut Malik dalam video tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ironi 10 Tahun Pecemaran Minyak di Laut Timor, Korban pun Terlantar

Minyak mentah yang dimuntahkan ke Laut Timor selama lebih dari 70 hari.

NASIONAL | 22 Agustus 2019

PM Italia Mengundurkan Diri, Negara Krisis

Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan pengunduran diri, pada Selasa (20/8).

DUNIA | 22 Agustus 2019

Lebih dari 100 Migran Diperkirakan Tewas di Laut Libia

Lembaga Medecins Sans Frontieres (MSF) menyatakan pada Selasa (20/8) kekhawatiran bahwa satu kapal yang dipenuhi para migran tenggelam di lepas pantai Libia

DUNIA | 21 Agustus 2019

Pakistan Bawa Sengketa Kashmir ke Pengadilan Internasional

Pakistan menyatakan akan membawa keputusan terbaru India untuk menghapuskan otonomi di wilayah Kashmir, ke Pengadilan Kejahatan Internasional atau ICC.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Persiapkan Brexit, Inggris Boikot Sebagian Besar Pertemuan UE

Para menteri dan pejabat Inggris akan memboikot sebagian besar pertemuan Uni Eropa (UE) mulai 1 September 2019.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Pemimpin Hong Kong Dorong Dialog dan Peringatkan Risiko Ekonomi Anjlok

Carrie Lam menyatakan perekonomian Hong Kong menghadapi risiko penurunan karena aksi protes berminggu-minggu untuk menentang RUU Ekstradisi

DUNIA | 21 Agustus 2019

Menlu Serahkan Uang Diyat kepada Keluarga Korban Pembunuhan di Arab Saudi

Menlu Retno Marsudi melakukan serah terima dana diyat kepada ahli waris pekerja migran Indonesia yang menjadi korban pembunuhan oleh majikannya di Arab Saudi.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Diserang Teroris, Puluhan Tentara Burkina Faso Tewas

Setidaknya 24 tentara tewas dalam serangan besar teroris di satu pangkalan militer di provinsi Soum utara, Burkina Faso.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Otoritas Malaysia Tak Pernah Beri Izin Ceramah pada Zakir Naik

Ulama kontroversial Zakir Naik ternyata tidak pernah mendapat izin ceramah di Malaysia.

DUNIA | 21 Agustus 2019

Usai Diperiksa Polisi, Zakir Naik Minta Maaf

Zakir Naik, ulama India yang kontroversial meminta maaf pada Selasa (20/8) karena membuat komentar buruk tentang ras multi-etnis di Malaysia.

DUNIA | 21 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS