Gagal Repatriasi Rohingya, Myanmar Salahkan Bangladesh
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (0.17)   |   COMPOSITE 6338.51 (22.59)   |   DBX 1329.17 (11.41)   |   I-GRADE 184.48 (-0.11)   |   IDX30 515.715 (0.85)   |   IDX80 138.838 (0.12)   |   IDXBUMN20 409.612 (-0.8)   |   IDXESGL 142.422 (-0.31)   |   IDXG30 145.816 (-0.71)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.86)   |   IDXQ30 147.765 (0.15)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.45)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.59)   |   IDXV30 136.758 (0.21)   |   INFOBANK15 1078.32 (-5.21)   |   Investor33 444.53 (0.41)   |   ISSI 183.756 (1.1)   |   JII 631.17 (2.72)   |   JII70 223.177 (0.34)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.84)   |   LQ45 967.718 (0.61)   |   MBX 1724.61 (4.67)   |   MNC36 328.799 (0.44)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.81)   |   SMInfra18 313.342 (2.15)   |   SRI-KEHATI 378.358 (0.03)   |  

Gagal Repatriasi Rohingya, Myanmar Salahkan Bangladesh

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 20:14 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Yangon, Beirtasatu.com- Myanmar menyalahkan Bangladesh atas kegagalan kedua kalinya untuk melakukan repatriasi warga Rohingya. Lebih dari 740.000 warga Rohingya masih tinggal di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Bangladesh sejak kekerasan brutal di negara bagian Myanmar yang berisi mayoritas Muslim, Rakhine State.

Meskipun pakta repatriasi sudah ditandatangani kedua negara pada 2017, upaya repatriasi pertama gagal dilakukan karena hampir tidak ada Rohingya yang setuju untuk kembali ke negaranya tanpa jaminan keselamatan dan kewarganegaraan. Mereka memilih tetap berada di kamp pengungsian atau desa-desa tanpa kebebasan bergerak.

Dorongan terbaru dimulai pada Kamis (22/8), yaitu kedua pemerintah berjanji merepatriasi atau memulangkan kembali hampir 3.500 warga Rohingya, tapi rencana itu gagal karena tidak seorang pun ada di dalam bis yang akan membawa mereka menuju kapal feri melintasi perbatasan. Kementerian Luar Negeri Myanmar kembali melakukan “perang saling menyalahkan” pada Jumat (23/8).

“Repatriasi yang lancar untuk para pengungsi membutuhkan kepatuhan kesepakatan bilateral,” sebut media pemerintah New Light of Myanmar.

Kemlu Myanmar menyalahkan Bangladesh karena dianggap gagal mendistribusikan dokumen yang disebut “formulir verifikasi” kepada orang-orang yang berpotensi pulang kembali ke Rakhine State.

Formulir itu masih kontroversial di kalangan pengungsi Myanmar karena gagal menjamin kewarganegaraan mereka.

“Prosedur ini tidak ditaati,” sebut pernyataan Bangladesh, yang juga disebut mengabaikan permintaan pengembalian lebih dari 400 pengungsi Hindu.

Kemlu Myanmar mengonfirmasi bahwa Tiongkok dan Jepang telah memfasilitasi repatriasi. Pemerintah Tiongkok sendiri yang memberitahu Myanmar bahwa Bangladesh ingin memulai kembali proses pemulangan awal bulan ini.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Brazil Kerahkan Tentara Atasi Kebakaran Hutan Amazon

Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengesahkan perintah untuk mengerahkan angkatan bersenjata negara itu dalam membantu penanganan kebakaran di hutan hujan Amazon.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Longsor di Sichuan, Tiongkok, 9 Tewas dan 35 Hilang

Sembilan orang telah tewas dan 35 orang dinyatakan masih hilang setelah serangkaian tanah longsor di wilayah otonom di provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Presiden Erdogan Pastikan Kunjungi Indonesia di Awal Tahun 2020

Presiden Erdogan terakhir kali melakukan kunjungan ke Jakarta pada 2015.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Trump Juga Umumkan Tarif Baru untuk Tiongkok

Tak hanya memerintahkan perusahaan Amerika Serikat (AS) meninggalkan Tiongkok, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump juga mengumumkan tarif tambahan.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Ribuan Jemaah Haji Indonesia Berangsur Tinggalkan Makkah

Ribuan anggota jemaah haji Indonesia mulai berangsur meninggalkan Kota Mekkah setelah puncak musim haji rampung.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Telan 68 Paket Kokain, WN Kenya Ditangkap

Pada Rabu (21/8), pihak berwenang Thailand memergoki pria Kenya yang mencoba menyelundupkan lebih dari 60 paket kokain dalam perutnya

DUNIA | 23 Agustus 2019

Merkel Sampaikan Ultimatum Brexit saat Kunjungan Johnson

Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson untuk menyampaikan rencana baru Brexit dalam tenggat waktu 30 hari.

DUNIA | 23 Agustus 2019

Tiongkok Dorong Kerja Sama Trilateral Bersama Korsel dan Jepang

Tiongkok sangat mementingkan kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang dan siap mengupayakan tingkat kerja sama trilateral.

DUNIA | 23 Agustus 2019

Korsel Akhiri Kerja Sama Intelijen Jepang

Jepang mengecam keras pembatalan sepihak kerja sama intelijen yang dilakukan Korea Selatan (Korsel).

DUNIA | 23 Agustus 2019

Tiongkok: Awas, ISIS Bangkit di Suriah

Utusan Tiongkok di Suriah, Xie Xiaoyan mengatakan organisasi teroris termasuk kelompok ISIS sedang bangkit kembali di negara yang dilanda perang.

DUNIA | 23 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS