Trump Bertemu Pemimpin G7 di Tengah Tensi Dagang AS-Tiongkok

Trump Bertemu Pemimpin G7 di Tengah Tensi Dagang AS-Tiongkok
Donald Trump ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 25 Agustus 2019 | 11:48 WIB

Paris, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Prancis pada Sabtu (24/8/2019) untuk menghadiri pertemuan tahunan Kelompok 7 negara (G-7), satu hari setelah ia menyatakan bahwa kepala bank sentral AS, Federal Reserve (the Fed) adalah musuhnya dan mendesak perusahaan AS untuk hengkang dari Tiongkok di tengah tensi perang dagang yang meningkat.

Pertemuan puncak itu juga terjadi di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global, serta ketegangan AS dengan Iran dan Rusia.

Trump pada Jumat (23/8/2019) mengatakan bahwa AS akan menaikkan bea senilai US$ 250 miliar pada produk-produk impor Tiongkok menjadi 30 persen dari 25 persen pada 1 Oktober 2019. Selain itu, menaikkan tarif menjadi 15 persen, bukannya 10 persen pada barang-barang Tiongkok lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan berlaku pada 1 September 2019.

Selain ketegangan perang dagang dengan Tiongkok, Presiden Trump telah mempertahankan retorika yang keras terhadap Uni Eropa. Gedung Putih akan memutuskan pada bulan November apakah akan mengenakan bea industri otomotif di Eropa.

Sementara awal tahun ini, Trump berjanji menetapkan tarif pada kendaraan impor dan suku cadang dari Uni Eropa dan Jepang, tetapi menunda kebijakan itu selama 180 hari pada bulan Mei. Trump menandatangani kesepakatan dengan UE awal bulan ini untuk mendorong ekspor daging sapi AS. Trump juga mengancam akan memajaki mobil Eropa pada Selasa.

“Berurusan dengan Uni Eropa sangat sulit; mereka mendorong penawaran tinggi," kata Trump. “Kami memiliki semua kartu di negara ini, karena yang harus kami lakukan adalah memajaki mobil Eropa karena mereka mengirim jutaan Mercedes. Mereka mengirim jutaan BMW ke sini."

Para ahli mengatakan bahwa konflik perdagangan dengan Eropa bisa berdampak lebih buruk daripada konflik dengan Tiongkok.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kepada wartawan setibanya di Prancis mengatakan pihaknya akan memberi tahu pada Trump di KTT G-7 untuk meredakan tensi perang dagang dengan Tiongkok. Johnson mengatakan prioritas Inggris pada KTT adalah untuk membenahi kondisi perdagangan global.

"Saya sangat khawatir tentang apa yang akan terjadi, pertumbuhan proteksionisme, tarif yang kita lihat," kata Johnson kepada wartawan di landasan.

Pertemuan pertama Trump pada hari Sabtu adalah makan siang pribadi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Macron, yang akan menjadi tuan rumah KTT, mengatakan Prancis sedang membahas krisis dunia, termasuk di Libya, Iran dan Rusia. Selain itu, membahas kebijakan perdagangan dan perubahan iklim.

Trump mengatakan acara makan siang dengan Macron akan berjalan baik. "Kami sebenarnya memiliki banyak kesamaan. Emmanuel dan aku sudah lama berteman. Kami rukun,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah dia akan mengenakan tarif anggur Prancis sebagai pembalasan atas pajak layanan digital Prancis, Trump tidak berkomitmen. Dia mengungkapkan menyukai anggur Prancis.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan pada Sabtu bahwa Uni Eropa akan menanggapi dengan cara yang sama jika AS mengenakan tarif pada Prancis atas rencana pajak digital.

G-7, mewakili ekonomi industri utama dunia, seperti AS, Jerman, Prancis, Jepang, Kanada, Italia.

Pada pertemuan puncak itu, para pemimpin dunia diharapkan membahas beberapa masalah kebijakan luar negeri, termasuk soal Iran, ketegangan antara India dan Pakistan, serta kebakaran hutan di Amazon yang telah memicu kekhawatiran global.

Pembicaraan formal dimulai pada Minggu pagi (25/8/2019). Banyak ahli berharap KTT berakhir tanpa komunike bersama karena bentrok perdagangan.



Sumber: CNBC