Tidore, Magellan dan Harapan pada Potensi Rempah

Tidore, Magellan dan Harapan pada Potensi Rempah
Pemandangan Pulau Tidore. ( Foto: Pemkot Tidore )
Heriyanto / HS Senin, 26 Agustus 2019 | 07:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia berharap Jaringan Kota-kota Magellan (Global Network of Magellan Cities/GNMC) bisa berkembang menjadi sebuah kemitraan ekonomi, sosial budaya, dan pariwisata. Tidore di Maluku Utara masuk dalam anggota GNMC karena menjadi salah satu kota yang disinggahi penjelajah asal Spanyol, Ferdinand Magellan, saat mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah pada rentang waktu 1519-1522.

Pertemuan GMNC ke-10 di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) sudah digelar pada pertengahan Juli lalu. Sejumlah kesepakatan tercipta dari pertemuan yang dipimpin Walikota Capt. H. Ali Ibrahim selaku Ketua Sidang bersama Presiden GNMC Catarina Marquez De Almeida Vaz Pinto.

Beberapa kesepakatan yang dibahas di Aula Sultan Nuku, Kantor Walikota Tidore tersebut adalah perjanjian kerja sama yang tertuang dalam Pernyataan Kehendak antara Kota Tidore Kepulauan dan Seville, Spanyol sebagai Kota Bersaudara. Diharapkan, ada peningkatan kerja sama budaya, pariwisata, pengembangan ekonomi dan pembangunan kapasitas sumberdaya manusia. Pernyataan ini, seperti keterangan tertulis Kemenko Bidang Kemaritiman, ditandatangani Ali Ibrahim bersama Wakil Walikota Seville, Oscar Humberto Evora Dos Santos.

Dalam kesempatan tersebut para delegasi menandatangani Deklarasi Maluku Kie Raha, yang menyepakati upaya anggota GNMC untuk meningkatkan kerja sama pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, ilmu pengetahuan, hubungan sosial budaya, pengelolaan kota, transportasi maritim, pembangunan pelabuhan dan perikanan, serta mengupayakan jalur rempah menjadi warisan budaya di UNESCO.

Untuk melaksanakan kegiatan sehubungan dengan 500 tahun pelayaran keliling dunia Ferdinand Magellan, Kota Tidore Kepulauan akan menggelar Sail Tidore pada 2021 yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan wisata. Selain itu, akan dilaksanakan pelayaran Napak Tilas Magellan-Elcano dengan menggunakan Kapal Phinisi.

Sultan Husain Syah yang merupakan pemimpin Kesultanan Tidore mengharapkan para delegasi GNMC melihat jauh ke depan dan bersama-sama membangun komitmen strategis demi kepentingan bersama dan kerja sama lebih erat. Apa yang telah diperbuat oleh nenek moyang, wajib untuk dilanggengkan kembali.

“Tidore merupakan satu titik kecil di dalam peta, namun pengaruhnya, terutama kemaritimannya terasa hingga jauh ke timur nun jauh di Pasifik sana. Sama halnya dengan Spanyol dan Portugis yang telah melakukan ekspedisi pelayaran luar biasa dan tercatat dalam sejarah dunia,” ujar Sultan.

Kunjungan ratusan delegasi ke Maluku Utara, seperti ditulis Agrifood.id, didampingi Duta Besar Kerajaan Spanyol Jose Maria Matres Manso dan Duta Besar Republik Portugal Rui Fernando Sucena do Carmo. Selain itu ada juga investor pariwisata, akademisi dan ahli sejarah. Para delegasi juga melakukan city tour ke sejumlah tempat bersejarah di Tidore, seperti monumen Juan Sebastian de El Cano yang merupakan tugu pendaratan Juan Sebastian El Cano di Tidore, Kelurahan Mareku, Benteng Tahula dan Benteng Tore serta di Kadato Kie Kesultanan Tidore.

Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Sevilla Oscar Humberto Evora Dos Santos terpilih menjadi Presiden GNMC yang baru dan Walikota Tidore Kepulauan terpilih sebagai wakil presiden GNMC.

Asisten Deputi Bidang Budaya, Seni dan Olahraga Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa berharap Tidore menjadi salah satu destinasi yang memang tercatat dalam sejarah peradaban masa lalu dan kejayaan maritim Indonesia. “Kita angkat agar dunia kembali menoleh ke tempat ini dan mendorong melalui kota-kota jaringan GMNC agar kerja sama antarkota dan antarnegara yang terbangun lebih kuat,” ujar Harefa di sela sela kegiatan GMNC, seperti diberitakan maritim.go.id.

Mudah-mudahan, kerja sama yang dibangun tidak semata dalam perspektif sejarah dan disederhanakan sebagai potensi wisata. Tetapi, jauh lebih mendasar dan penting adalah membangun kembali kejayaan rempah sebagai komoditas yang masih sangat bernilai. Komitmen dan program-program pemerintah untuk mengangkat kembali kejayaan rempah menunggu diimplementasikan.



Sumber: ANTARA