Trump Buat "Gaduh" Pertemuan G7

Trump Buat
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) menyambut kedatangan Presiden AS Donald Trump (kedua dari kanan) yang ditemani Melania Trump (kiri) dan Brigitte Macron di Biarritz, barat daya Prancis, menjelang KTT G7, 24 Agustus 2019. ( Foto: AFP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Senin, 26 Agustus 2019 | 10:40 WIB

Biarritz, Prancis, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat "gaduh" pertemuan G7 di Biarritz, Prancis. Dalam makan malam dengan para pemimpin dunia, Trump meminta Rusia dimasukkan kembali ke dalam G7. Rusia dikeluarkan dari G8 pada tahun 2014 karena mencaplok Crimea, Ukraina.

Seorang diplomat yang berada di makan malam tersebut mengatakan kepada Guardian bahwa makan malam berubah menjadi tegang dan diwarnai perdebatan panas setelah Trump mengutarakan usulannya itu.

Usulan Trump didukung PM Italia Giuseppe Conte. Conte, yang akan segera mundur dari jabatannya, diduga tengah mendekat ke Rusia untuk mengamankan pendanaan untuk partainya. Sementara itu, Shinzo Abe dari Jepang bersikap netral. Pemimpin-pemimpin lainnya seperti Boris Johnson dari Inggris, Angela Merkel dari Jerman, Justin Trudeau dari Kanada, Emmanuel Macron dari Prancis, dan Donald Tusk dari Uni Eropa dengan tegas menentang usulan Trump.

Menurut si diplomat, G7 adalah persaudaraan, komunitas negara-negara demokrasi liberal dan Rusia bukanlah salah satunya (negara liberal) sehingga tidak pantas masuk G7.

Di tengah-tengah ketegangan AS dan Iran, Presiden Macron justru mengundang menteri luar negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke pertemuan membahas isu ketegangan nuklir di Timur Tengah. Trump menanggapi pertemuan Prancis-Iran sebagai hal yang tidak perlu. "Kami akan mengatur pertemuan sendiri," ujar Trump.



Sumber: Guardian