Trump: India dan Pakistan Bisa Tangani Perselisihan Sendiri

Trump: India dan Pakistan Bisa Tangani Perselisihan Sendiri
Wanita-wanita Kashmir berbaris saat unjuk rasa anti-India di Karachi, Minggu (25/8/2019), dalam solidaritas dengan Kashmir yang dikelola India. ( Foto: AFP / RIZWAN TABASSUM )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:48 WIB

Biarritz, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan India dan Pakistan bisa menangani sendiri perselisihan mereka terkait Kashmir. Namun Trump menyatakan dirinya tetap siap jika India dan Pakistan membutuhkannya. Pernyataan Trump bertolak belakang dengan komentarnya sebelumnya untuk membantu menengahi masalah itu.

Trump sebelumnya menawarkan diri sebagai mediator antara India dan Pakistan atas Kashmir, namun niatnya dibatalkan setelah membicarakan masalah itu dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di sela-sela pertemuan G7 di Biarritz, Prancis.

“Kami berbicara tadi malam tentang Kashmir, PM benar-benar merasa telah mengendalikan masalah itu. Mereka berbicara dengan Pakistan dan saya yakin mereka akan mampu melakukan sesuatu yang akan sangat baik,” kata Trump kepada wartawan, Senin (26/8).

Modi telah mencabut otonomi untuk negara bagian Jammu dan Kashmir pada 5 Agustus 2019. Sejak saat itu, pembatasan dilakukan di sana termasuk pemadaman komunikasi dan pengerahan tambahan pasukan.

Trump sempat memicu kemarahan dari Pemerintah India bulan lalu karena menyebut PM Modi memintanya memediasi perselisihan, yang langsung dibantah oleh New Delhi. Saat berbicara dengan Trump, Modi menegaskan persoalan Kashmir bersifat bilateral antara India dan Pakistan.

Keputusan Modi untuk mencabut otonomi Kashmir telah memicu aksi protes selama beberapa pekan, khususnya di distrik bergolak Soura. Ini juga menimbulkan kemarahan dari pihak Pakistan yang mengancam akan membawa kasus itu ke Pengadilan Pidana Internasional.



Sumber: Suara Pembaruan