Kumpulkan Data Pengguna Anak, YouTube Didenda Rp 2,4 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kumpulkan Data Pengguna Anak, YouTube Didenda Rp 2,4 Triliun

Jumat, 6 September 2019 | 07:53 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Google sepakat Rabu (4/9) untuk membayar denda senilai US$ 170 juta (sekitar Rp2,4 triliun). Google menerima tuduhan bahwa perusahaan melacak dan menargetkan anak-anak pada layanan video YouTube-nya secara ilegal.

“Penyelesaian denda dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan jaksa agung negara bagian New York adalah jumlah terbesar dalam kasus yang melibatkan Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak, dari undang-undang federal tahun 1998,” kata para pejabat.

Menurut pejabat, YouTube melanggar undang-undang yang mengharuskan situs laman yang diarahkan anak-anak. Layanan daring itu k mendapatkan izin orang tua sebelum mengumpulkan informasi pribadi dari anak-anak di bawah 13 yang dapat digunakan untuk iklan.

Perjanjian tersebut menyelesaikan tanggung jawab Google atas video yang ditujukan untuk anak-anak walaupun diproduksi oleh orang lain untuk platform berbagi video.

Para pengkritik raksasa internet itu mengatakan YouTube memasarkan dirinya sebagai tujuan untuk anak-anak dan diuntungkan secara finansial dengan menjual iklan kepada pembuat mainan dan pihak lainnya.

Ketua FTC Joe Simons mengatakan penyelesaian "mencegah YouTube dan Google menutup mata terhadap keberadaan konten yang diarahkan anak-anak" pada platformnya.

Simons mengatakan penyelesaian membuat Google bertanggung jawab atas pelanggaran oleh pembuat konten pihak ketiga, melampaui hukum federal yang mengharuskan platform untuk memiliki pengetahuan bahwa video diarahkan pada anak-anak.

"Tidak ada perusahaan lain di Amerika yang tunduk pada persyaratan ini," katanya.

Jaksa Agung New York, Letitia James mengatakan kesepakatan itu menyerukan "reformasi besar" terhadap praktik bisnis YouTube selain denda.

“Google dan YouTube secara sadar dan ilegal memantau, melacak, dan menayangkan iklan yang ditargetkan untuk anak-anak hanya untuk menjaga agar dolar tetap masuk,” kata James.

YouTube menguraikan bagaimana denda itu akan mengubah cara perusahaan menangani konten anak-anak di bawah aturan.

"Kami akan memperlakukan data dari siapa pun yang menonton konten anak-anak di YouTube berasal dari seorang anak, terlepas dari usia pengguna," kata kepala YouTube Susan Wojcicki.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Produk Mebel Indonesia Berhasil Tembus Pasar Eropa

Produk furnitur Indonesia menarik perhatian pengunjung pameran Internasional Spoga+Gafa 2019 yang berlangsung di Kölnmesse, kota Cologne, Jerman.

DUNIA | 5 September 2019

Parlemen Loloskan RUU untuk Memblokir “No-Deal Brexit”

Parlemen Inggris pada Rabu (4/9), telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk memblokir no-deal Brexit (Brexit tanpa kesepakatan).

DUNIA | 5 September 2019

Inggris Bongkar Jaringan Heroin Senilai Rp 2 Triliun

Satu operasi internasional telah membongkar sindikat heroin terbesar di Inggris.

DUNIA | 5 September 2019

Najib Razak Klaim Kepemilikan Aset 1MDB

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak akan mengajukan klaim atas aset dan uang tunai yang disita sehubungan dengan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

DUNIA | 5 September 2019

Tingkat Bunuh Diri di Inggris Meningkat

Tingkat bunuh diri di Inggris meningkat hampir 12 persen pada 2018, menjadi kenaikan pertama sejak 2013 dengan peningkatan yang signifikan diantara laki-laki.

DUNIA | 5 September 2019

Resmi, Pemimpin Hong Kong Cabut RUU Ekstradisi

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam secara resmi mencabut sepenuhnya rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan ekstradisi ke Tiongkok.

DUNIA | 5 September 2019

Pemilu Sela Batal, Brexit Tertunda Lagi

Dewan Rakyat mendesak Johnson untuk meminta penundaan Brexit yang memiliki tenggat waktu 31 Oktober nanti.

DUNIA | 5 September 2019

PBB: Inggris Merugi Rp 227 Triliun Akibat Brexit

PBB menyatakan jika memilih meninggalkan UE tanpa kesepakatan perdagangan,Inggris akan mengalami kerugian setidaknya US$ 16 miliar (sekitar Rp 227 triliun)

DUNIA | 4 September 2019

Bangladesh Blokir Internet di Kamp Rohingya

Otoritas pengaturan telekomunikasi Bangladesh, Selasa (4/9), memerintahkan operator telepon seluler untuk memblokir internet di kamp Rohingya

DUNIA | 4 September 2019

Aktivis Hong Kong Desak Taiwan Ikut Demonstrasi

Sejumlah aktivis Hong Kong termasuk Joshua Wong (22), mendesak Taiwan untuk membantu mendorong demokrasi di kota yang dikuasai Tiongkok itu.

DUNIA | 4 September 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS