Atasi Kabut Asap dari Indonesia, Malaysia Siapkan Hujan Buatan

Atasi Kabut Asap dari Indonesia, Malaysia Siapkan Hujan Buatan
Kabut asap menutupi pandangan mata di Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak di pulau Kalimantan, Senin (9/9/2019). ( Foto: AFP / Abdul HAKIM )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 10 September 2019 | 20:32 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Malaysia bersiap untuk melakukan penyemaian awan untuk mendorong hujan dalam rangka meredakan kabut asap. Kualitas udara di sebagian wilayah Malaysia telah mencapai tingkat tidak sehat karena asap dari kebakaran hutan di negara tetangga, Indonesia.

Asap secara rutin menyelimuti wilayah Asia Tenggara selama musim kemarau karena adanya pembakaran untuk membersihkan lahan di Indonesia untuk penanaman kelapa sawit, perkebunan kertas, dan tanaman lainnya. Situasi itu memicu kemarahan dari negara tetangga di kawasan itu.

Dalam situasi terakhir, sebagian wilayah di negara bagian Sarawak, sebelah timur Pulau Kalimantan, telah terselimuti asap selama beberapa hari. Petugas fungsi khusus di Kementerian Lingkungan Malaysia, Gary Theseira, mengatakan indeks polutan di beberapa tempat telah mencapai tingkat “sangat tidak sehat”

“Ini sangat parah di Kuching,”” ujar Theseira merujuk kepada kota berpenduduk setengah juta orang, Senin (9/9).

Dia mengatakan upaya penyemaian awan untuk hujan bertujuan menghilangkan kabut asap. “Saat situasi awan sudah tepat, bahan kimia akan dikerahkan dan pesawat akan lepas landas lalu melanjutkan pembenihan,” kata Theseira.

Beberapa negara melakukan pembenihan selama musim kemarau panjang untuk memancing hujan dan membersihkan udara dengan melepaskan bahan-bahan kimia tertentu ke awan. Namun, sejumlah ahli mempertanyakan keberhasilan upaya itu.

Warga Kuching yang bekerja sebagai teknisi, Boo Siang Voon (47) menggambarkan langit seperti “kabur, panas, dan bau asap”.

“Tahun ini asap semakin memburuk. Penduduk menggunakan masker wajah. Kita harus membayar harga dengan kesehatan kita karena pembakaran terbuka ini. Kami ingin solusi,” ujar Boo.

Ibu kota Malaysia Kuala Lumpur dan Singapura juga mengalami situasi langit yang berasap pada Senin. Udara yang dihirup berbau aroma daun terbakar, meskipun indeks polusi masih tingkat moderat.



Sumber: Suara Pembaruan