Akibat Serangan Houthi, Setengah Stok Minyak Saudi Musnah

Akibat Serangan Houthi, Setengah Stok Minyak Saudi Musnah
Asap hitam tampak membumbung tinggi dari kilang minyak Arab Saudi yang diserang pesawat nirawak, Sabtu (14/9/2019). ( Foto: Dawn.com / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 15 September 2019 | 19:06 WIB

Riyadh, Beritasatu.com- Serangan pesawat nirawak yang dilakukan pemberontak Houthi telah menghancurkan setengah stok minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9). Kondisi diprediksi akan memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Serangan di dua kilang itu akan memangkas produksi kerajaan sebesar 5,7 juta barel per hari (bph), menurut pernyataan dari perusahaan minyak milik pemerintah Saudi Aramco, atau lebih dari 5% dari pasokan minyak global.

Serangan dilancarkan menjelang fajar menyusul serangan lintas batas sebelumnya terhadap instalasi minyak Saudi dan kapal tanker minyak di perairan Teluk. Tetapi serangan ini adalah yang paling berani, dan melumpuhkan banyak kapasitas produksi minyak negara.

Arab Saudi adalah pengekspor terbesar di dunia, mengirimkan lebih dari 7 juta barel minyak ke tujuan global setiap hari, dan selama bertahun-tahun telah berfungsi sebagai pemasok jalan terakhir ke pasar.

Menurut kantor berita Arab Saudi, SPA, penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump melalui telepon bahwa Riyadh memiliki kemauan dan kemampuan "untuk menghadapi dan menangani agresi teroris ini.

Arab Saudi memimpin koalisi Muslim Sunni yang melakukan intervensi di Yaman pada 2015 terhadap Houthi. Saudi telah menyalahkan saingan regional Iran Syiah atas serangan sebelumnya, yang dibantah Teheran. Riyadh menuduh Iran mempersenjatai Houthi, tuduhan yang dibantah oleh kelompok itu dan Teheran.



Sumber: Suara Pembaruan