Netanyahu Adakan Rapat Kabinet di Tepi Barat

Netanyahu Adakan Rapat Kabinet di Tepi Barat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, Yerusalem Rabu (11/9//2019). ( Foto: AFP / Gil COHEN-MAGEN )
Jeanny Aipassa / WIR Senin, 16 September 2019 | 17:05 WIB

Tel Aviv, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan rapat kabinet di pemukiman Mevo'ot Yericho, Tepi Barat, yang menjadi wilayah sengketa dengan Palestina, Minggu (15/9).

Rapat tersebut, merupakan pertemuan terakhir Netanyahu dengan kabinetnya sebelum pemilihan umum (pemilu) Israel yang akan berlangsung Selasa (17/9). Netanyahu ingin kembali meraih dukungan dalam pemilu untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai PM Israel.

Ini adalah pertama kalinya dalam hampir dua dekade pemerintah Israel mengadakan pertemuan di wilayah-wilayah pendudukan, di mana lebih dari 2,5 juta warga Palestina hidup di bawah kekuasaan militer di antara sekitar 600.000 pemukim Israel.

Dikelilingi oleh para menterinya, Netanyahu mengadakan rapat kabinet dalam sebuah tenda yang penuh dengan bendera Israel, di pemukiman Mevo'ot Yericho. Dalam rapat tersebut, Netanyahu menyampaikan tekadnya untuk menganeksasi Lembah Yordan yang berbatasan dengan Yordania dan bagian utara Laut Mati.

"Perluasan Israel ke timur akan memberikan negara wilayah yang strategis dan saya menjamin bahwa militer (Israel, Red) kan berada di sini selamanya," ujar Netanyahu.

Kabinet menyetujui penyelesaian resmi bagi wilayah Mevo’ot Yericho, dengan memberikan status permanen di bawah hukum Israel. Netanyahu kemudian mengatakan dia akan mendeklarasikan status wilayah Mevo'ot Yericho setelah pemilu.

Netanyahu juga mengisyaratkan bahwa dia mendapat dukungan Amerika Serikat (AS), terutama dari Presiden Donald Trump.

"Amerika Serikat kemungkinan akan merilis rencana perdamaian Timur Tengah yang telah lama tertunda, segera setelah pemilu Israel," kata Netanyahu.



Sumber: Suara Pembaruan