Ditekan Tiongkok, Enam Negara Putuskan Hubungan dengan Taiwan

Ditekan Tiongkok, Enam Negara Putuskan Hubungan dengan Taiwan
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (kanan), menerima hadiah dari Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, di Kantor Presiden, Taipei, pada 26 September 2017. Hubungan diplomatik Taiwan dan Kepulauan Solomon berakhir pada 16 September 2019. ( Foto: Dok SP )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 17 September 2019 | 11:48 WIB

Honiara, Beritasatu.com - Enam negara telah memutuskan hubungan kerja sama dengan Taiwan dalam dua tahun terakhir, karena tekanan Tiongkok. Negara terbaru yang mengumumkan memutuskan hubungan dengan Taiwan dan setia terhadap Tiongkok adalah Kepulauan Solomon.

Pada Senin (16/9/2019), Pemerintah Kepulauan Solomon, menyatakan memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Taiwan yang telang berlangsung puluhan tahun, dan akan melakukan hubungan diplomatik dengan Tiongkok.

Terhitung sejak Presiden Tsai Ing-wen yang anti Tiongkok memerintah Taiwan pada 2016, enam negara telah mengalihkan hubungan kerja sama dari Taiwan ke Tiongkok, diantaranya, Burkina Faso, Republik Dominika, Sao Tome dan Principe, Panama, El Savador, dan Kepulauan Solomon.

Langkah ini merupakan pukulan besar bagi Taiwan yang telah berupaya menentang program "Satu Tiongkok" untuk berdiri sendiri, sekaligus menjadi tantangan berat bagi Tsai Ing-wen yang akan mengikuti pemilihan umum untuk terpilih kembali pada Januari 2020.

Keputusan Pemerintah Solomon tersebut, dikabarkan telah memicu protes keras dari masyarakat di negara pasifik selatan itu. Namun pemerintah beralasan keputusan untuk beralih ke Tiongkok merupakan rekomendasi dari satuan tugas yang menyelidiki manfaat kerja sama dengan Tiongkok dan Taiwan bagi negara tersebut.

Laporan yang dirilis Satuan Tugas pada pekan lalu menyarankan pemerintah Kepulauan Solomon mengalihkan hubungan diplomatik ke Tiongkok dan mengundang negeri tirai bambu itu, untuk membangun misi diplomatik di ibukota, Honiara, di pulau Guadalcanal.

"Temuan ini mengungkapkan bahwa Kepulauan Solomon akan mendapat banyak manfaat jika beralih dan normalisasi hubungan diplomatik dengan RRC (Republik Rakyat Tiongkok, Red)," demikian pernyataan gugus tugas itu.

Menanggapi hal itu, Taiwan mengumumkan mereka memutuskan hubungan dengan Kepulauan Solomon segera setelah mengetahui bahwa negara Pasifik itu telah memutuskan untuk mengalihkan pengakuan diplomatik ke Tiongkok.

"Kami dengan tulus menyesal dan sangat mengutuk keputusan pemerintah mereka untuk menjalin hubungan diplomatik denganTiongkok," kata Presiden Tsai Ing-wen, di Taipei, Senin (16/9/2019).

Tsai menuduh Tiongkok terlibat dalam keputusan Pemerintah Kepulauan Solomon, dengan memainkan tekanan finansial yang disebutnya sebagai “diplomasi dolar”.

“Selama beberapa tahun terakhir, Tiongkok teus menggunakan tekanan finansial dan diplomasi untuk menekan ruang internasional Taiwan,” ujar Tsai Ing-wen.

Dengan peralihan hubungan diplomatik yang dilakukan enam negara tersebut, jumlah negara yang mengakui kedaulatan Taiwan berkurang menjadi hanya 16 negara. Kepulauan Solomon sejauh ini merupakan sekutu Pasifik terbesar bagi Taiwan.



Sumber: Suara Pembaruan/The Guardian