Ratusan Ribu Siswa di Malaysia Diliburkan Akibat Kabut Asap

Ratusan Ribu Siswa di Malaysia Diliburkan Akibat Kabut Asap
Warga beraktivitas dengan mengenakan masker di dekat menara kembar Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 10 September 2019. Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa provinsi di Indonesia meluas sehingga menimbulkan kabut asap di sejumlah daerah di Malaysia. ( Foto: ANTARA FOTO / Rafiuddin Abdul Rahman )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 17 September 2019 | 21:08 WIB

Shah Alam, Beritasatu.com- Total sebanyak 145 sekolah di lima distrik negara bagian Selangor akan ditutup karena situasi kabut asap semakin parah. Departemen Pendidikan Selangor menyatakan penutupan itu akan memengaruhi 23 sekolah di Sepang, 36 sekolah di Hulu Langat, 21 sekolah di Kuala Langat, 27 sekolah di Klang, dan 38 sekolah di Petaling Perdana.

“Dengan penutupan itu, 187.928 siswa akan terdampak dan publik akan diberitahu perubahan dan perkembangannya dari waktu ke waktu,” sebut pernyataan departemen tersebut, Senin (16/9).

Sekolah-sekolah juga diminta untuk mematuhi prosedur operasi standar dan menomorsatukan kesehatan siswa dan guru setiap waktu. Berdasarkan situs Departemen Lingkungan, pembacaan Indeks Pencemar Udara (Air Pollutant Index/API) per Senin, di Johan Setia (222), Klang (175), Banting (167), dan Shah Alam (185).

Pembacaan API menunjukkan 0-50 indikasi kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 tergolong berbahaya.

Senada dengan itu, situasi di pusat pemerintahan Malaysia, Putrajaya, juga tidak kalah mengkhawatirkan akibat kabut asap. Direktur Departemen Pendidikan Putrajaya, Farizah Ahmad, mengatakan tidak akan ada pembelajaran di sekolah karena kualitas udara di tempat itu memburuk sejak pukul 17.00 hari Senin.

“Seluruh sekolah akan ditutup Selasa (17/9) karena API melampaui tingkat 200 sejak pukul 5 (kemarin),” kata Farizah, Senin.

Jumlah sekolah di Putrajaya sebanyak 25 terdiri dari 15 sekolah dasar dan 10 sekolah menengah. Ibu kota administratif itu menjadi satu dari lima tempat di Malaysia dengan kualitas udara “sangat tidak sehat”. Pembacaan pertama API di Putrajaya pada Minggu (15/9) mencapai 201 lalu meningkat lagi pada malam harinya menjadi 204.

Kota lain di Malaysia yang terkategori “sangat tidak sehat” adalah Johan Setia di Klang, Selangor, Sri Aman, Samarahan, dan Kuching di Sarawak. Nilai API di Johan Setia 208, Sri Aman 217, Samarahan 223, dan Kuching 248.



Sumber: Suara Pembaruan