Pemilu Israel, Netanyahu dan Gantz Sama-Sama Klaim Menang

Pemilu Israel, Netanyahu dan Gantz Sama-Sama Klaim Menang
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, Yerusalem Rabu (11/9//2019). ( Foto: AFP / Gil COHEN-MAGEN )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 18 September 2019 | 15:42 WIB

Tel Aviv, Beritasatu.com - Dua kandidat perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu dari Partai Likud dan Benny Gantz dari Partai Kahol Lavan, sama-sama mengklaim memenangkan pemilihan umum Israel yang berlangsung pada Selasa (17/9/2019).

Meskipun belum ada pengumuman resmid ari Komite Pemilihan Pusat Israel, hasil perhitungan suara sementara menunjukkan Partai Likud yang mendukung Benjamin Netanyahu dan Partai Kahol Lavan yang mendukung Benny Gantz sama-sama meraih 32 kursi dari 120 kursi Knesset (Parlemen Israel).

Persaingan suara yang ketat membuat suasana tegang. Rakyat Israel menanti dengan cemas kepastian hasil perhitungan suara, karena Netanyahu dan Gantz sama-sama mengumpulkan massa dan mengklaim akan memenangkan Pemilu Israel.

Dengan perolehan kursi yang sama besar, Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz diperkirakan akan membentuk koalisi dengan partai-partai lain yang lolos masuk Knesset, dan akan memperebutkan 56 kursi yang tersisa untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

"Dalam beberapa hari ke depan, kita akan memasuki proses negosiasi untuk menghadirkan pemerintah Zionis yang kuat dan mencegah pemerintah anti-Zionis yang berbahaya," kata Benjamin Netanyahu kepada para pendukungnya di Tel Aviv.

Ketika menyebut anti-Zionis, Benjamin Netanyahu merujuk pada partai-partai Arab Israel yang diprediksi bisa menjadi koalisi terbesar ketiga di parlemen dan mendukung Benny Gantz.

Empat partai Arab yang berdiri di bawah bendera aliansi Daftar Gabungan itu sudah menyatakan keinginan mereka untuk memberikan dukungan bagi Benny Gantz.

Sementara itu, Benny Gantz, juga mengumpulkan para pendukungnya dan mengucapkan terima kasih karena dapat membawanya meraih mayoritas suara.

Benny Gantz pun mengindikasikan bahwa ia siap membentuk pemerintahan yang lebih luas dan menjadi penyambung inspirasi rakyat.

"Kami akan membentuk pemerintahan bersatu yang lebih luas, yang akan mengekspresikan kehendak rakyat. Kami akan memulai negosiasi dan saya akan berbicara dengan semua orang," ujar Benny Gantz.

Pemilu Israel kali ini sebenarnya merupakan putaran kedua karena di laga sebelumnya pada April lalu, Netanyahu dinyatakan menang, tapi tak berhasil membentuk koalisi untuk mendukung pemerintahannya.

Berbeda dengan pemilu pada April 2019, kali ini rakyat Israel berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara begitu pemungutan suara dimulai. Warga Israel yang menggunakan hak suaranya pun diperkirakan lebih banyak, yakni mencapai 69,4%.

Sumber : AFP/Haaretz



Sumber: Suara Pembaruan