Gara-gara Brexit, Perusahaan Berusia 178 Tahun Ini Bangkrut

Gara-gara Brexit, Perusahaan Berusia 178 Tahun Ini Bangkrut
Konsumen Thomas Cook kebingungan setelah perjalanan mereka dibatalkan karena perusahaan pariwisata tersebut bangkrut, Minggu (22/9/2019). ( Foto: Reuters )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Senin, 23 September 2019 | 16:39 WIB

Inggris, Beritasatu.com - Perusahaan pariwisata Thomas Cook menyatakan bangkrut, Minggu malam (22/9/2019), setelah negosiasi dengan perbankan untuk menyelamatkan perusahaan gagal. Akibatnya, 150.000 turis Inggris terancam tidak bisa pulang dan 22.000 orang karyawan terancam kehilangan pekerjaan.

Perusahaan berusia 178 tahun itu telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS. Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris mengatakan bahwa operator perjalanan wisata tersebut telah berhenti melakukan transaksi mulai hari ini, Senin (23/9/2019).

Pemerintah Inggris telah menyiapkan 45 pesawat untuk memulangkan para pelancong. Operasi repatriasi ini adalah yang terbesar dalam sejarah penerbangan Inggris. Pada tahun 2017, Pemerintah Inggris juga harus turun tangan memulangkan warganya setelah Monarch Airlines bangkrut. Namun, saat itu jumlahnya hanya setengah dari 150.000 pelanggan Thomas Cook yang harus dipulangkan. Bagi pelanggan yang memiliki asuransi dari Air Travel Organiser's License (ATOL), biaya hotel akan dibayarkan oleh ATOL.

CEO Thomas Cook, Peter Fankhauser, meminta maaf kepada seluruh konsumen, karyawan, supplier dan rekanan. "Hari ini adalah hari yang sangat sedih bagi perusahaan yang memprakarsai paket liburan dan memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia untuk berpergian," kata dia.

Bangkrutnya perusahaan ikonik Inggris ini terasa hingga di pasar modal Asia. Saham perusahaan travel Fosun Tourism di bursa Hong Kong terkoreksi 5 persen. Menurut data Refinitiv, pendiri Fosun International, induk dari Fosun Tourism, Guo Guangchang adalah pemilik saham terbesar Thomas Cook.

Saham Thomas Cook terjun bebas 96 persen sejak Mei 2018. Perusahaan telah meminta dana talangan 250 juta pound sterling kepada pemerintah tetapi ditolak karena utang yang terlalu besar dan bisnis model yang berisiko.

Pada Agustus lalu, Thomas Cook mendapatkan komitmen dana pinjaman sebesar 900 juta pounds yang dipimpin Tosun, pemilik saham terbesar Thomas Cook. Namun, bank-bank pemberi pinjaman meminta Thomas Cook menambah dana cadangan sebanyak 200 juta pounds. Pada hari Minggu (22/9/2019), Thomas Cook mencoba bernegosiasi dengan perbankan untuk mendapatkan tambahan dana pinjaman tetapi gagal menemukan titik temu, hingga akhirnya menyatakan bangkrut.

Perusahaan menyalahkan beberapa isu seperti instabilitas politik di negara tujuan pariwisata, contohnya Turki, gelombang panas yang berkepanjangan, hingga isu Brexit yang membuat turis menunda perjalanan. Persaingan usaha yang ketat juga membuat perusahaan akhirnya merugi. Kini, orang-orang sudah bisa merencanakan liburan mereka sendiri dengan mudah tanpa bantuan perusahaan travel. Thomas Cook rugi 1,5 miliar pound sterling pada semester pertama 2019.



Sumber: BBC, Guardian