PM Kanada Temui Greta Thunberg di Unjuk Rasa Perubahan Iklim

PM Kanada Temui Greta Thunberg di Unjuk Rasa Perubahan Iklim
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kanan) berbicara dengan aktivis lingkungan Swedia Greta Thunberg di Montreal pada Jumat (27/9/2019). ( Foto: The Canadian Press via AP / Ryan Remiorz )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 28 September 2019 | 19:26 WIB

Ottawa, Beritasatu.com-Ratusan ribu warga Kanada menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak para pemimpin dunia bertindak mengatasi peningkatan suhu. Gelombang massa yang dipicu oleh aktivis remaja perubahan iklim, Greta Thunberg (16), digelar di Toronto, Vancouver, dan Ottawa pada Jumat (27/9) sejalan dengan aksi para pelajar Swedia bertajuk “Fridays For Future” (Jumat untuk Masa Depan).

Kerumunan besar orang memenuhi Toronto, Vancouver, dan Ottawa, sedangkan kelompok massa lebih kecil berkumpul di setidaknya 85 komunitas lainnya dari Victoria ke St John sampai Inuvik. Demonstrasi itu didorong aksi serupa oleh anak-anak uda di seluruh dunia, serta pidato kemarahan Thunberg kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di KTT Aksi Iklim dalam Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), pekan ini.

Thunberg sendiri hadir dan memimpin aksi unjuk rasa di Montreal, Jumat, yang dihadiri sekitar 500.000 orang. Para pelajar ikut bergabung bersama orang-orang dewasa, sambil berjalan bersama Thunberg.

Thunberg juga bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, yang juga bergabung dalam unjuk rasa. Saat ditanya mengenai pertemuannya dengan Trudeau di Montreal, Thunberg mengatakan dirinya berusaha tidak terlalu fokus kepada individu.

“Dia tentu saja, jelas tidak melakukan yang cukup. Ini adalah masalah besar, ini adalah sistem yang salah. Jadi pesan saya kepada seluruh politisi (tetap) sama, dengarkan sains dan bertindaklah berdasarkan sains,” tandas Thunberg.

Sementara itu, Trudeau menyatakan setuju dengan pernyataan Thunberg, serta memujinya karena menjadi inspirasi bagi anak-anak muda. “Saya sepenuhnya setuju dengannya. Kita perlu berbuat banyak,” ujar Trudeau.

“Itulah mengapa rencana-rencana ambisius yang telah kita susun sepanjang minggu yang dikritik beberapa orang karena terlalu ambisius, (sebenarnya) tidak terlalu ambisius, tapi diperlukan,” tambah Trudeau.

Di Montreal, Thunberg bertemu dengan warga suku asli selama sekitar 20 menit. Para pengunjuk rasa tumpah ke sisi-sisi jalan di sepanjang rute yang telah direncanakan dan mengambil alih pusat kota. Aliran manusia sepanjang 4,4 kilometer terus berlanjut dengan perkiraan dari layanan kota sebanyak 315.000 orang yang terlibat aksi tersebut.

“Kamu harus bangga akan dirimu, kita harus melakukan ini bersama-sama. Jutaan orang berunjuk rasa di seluruh dunia. Sungguh luar biasa dipersatukan dengan cara seperti itu,” kata Thunberg.



Sumber: Suara Pembaruan